GUNUNGSARIGUNUNGSARI

Jurnal Berita KesehatanJurnal Berita Kesehatan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. Desain penelitian ini analitik observasional dan wawancara dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sampel kasus sebanyak 37 ibu balita yang berat badan tidak normal, dan sampel control sebanyak 37 ibu balita yang berat badan normal. Berdasarkan hasil penelitian uji Chi-Square menunjukan ada hubungan antara sarana air bersih dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,001). Ada hubungan antara kondisi sarana pembuangan sampah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,021). Ada hubungan antara kondisi tempat fasilitas cuci tangan dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,040). Ada hubungan standar kualitas air bersih yang dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan status pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000).

Berdasarkan penelitian pada variabel kondisi sarana air bersih perhitungan OR (Odss Ratio) menunjukan responden yang tidak memenuhi syarat 10,250 kali untuk mengalami kejadian stunting dibandingkan responden yang memiliki sarana air bersih yang memenuhi syarat.Dapat disimpulkan bahwa responden di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dalam aspek kondisi sanitasi sarana air bersih masih banyak yang tidak memenuhi syarat.Berdasarkan penelitian kualitas air bersih secara biologi perhitungan OR (Odss Ratio) menunjukan responden sarana air bersih yang Positif E-Coli 12,921 kali untuk mengalami kejadian stunting dibandingkan responden yang memiliki sarana air bersih yang negative E-Coli.Dapat disimpulkan bahwa responden yang kualitas air bersihnya terdapat baketeri E-Coli pada kelompok kasus lebih tinggi daripada kelompok kontrol.Masih banyak sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat dan sangat dekat dekat dengan sumber pencemar seperti kandang ternak dan sampah yang di buang sembarangan seperti pempres bayi yang tidak di cuci sebelum di buang ke tempat sampah, genangan air yang ada disekitar sara air bersih sehingga memungkinkan adanya kontaminasi bakteri E-Coli.

Berdasarkan latar belakang yang menyoroti prevalensi stunting yang masih tinggi di Maluku Barat Daya, serta hasil penelitian yang menunjukkan hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan dan kejadian stunting, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi perilaku sanitasi rumah tangga dan hubungannya dengan pemberian makanan pada bayi. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari sanitasi lingkungan yang buruk terhadap tumbuh kembang anak balita, termasuk aspek kognitif dan motorik. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi sanitasi berbasis masyarakat dalam menurunkan angka stunting, dengan melibatkan peran serta kader kesehatan dan tokoh masyarakat.

Read online
File size342.67 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test