JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Kami menilai hubungan antara risiko geopolitik dan pengembalian indeks konvensional dan Syariah Compliant dari lima ekonomi ASEAN selama periode Januari 2019 - Maret 2023 menggunakan data harian. Kami menilai fenomena ini melalui lensa Hipotesis Pasar Efisien (EMH) dan Teori Risiko dan Pengembalian. Indeks yang diambil berasal dari Morgan Stanely Capital International (MSCI) dan Standard and Poor (S&P). Kami menggunakan pendekatan Regresi Kuantil dan Koherensi Gelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko geopolitik tidak secara signifikan mempengaruhi indeks ASEAN5 untuk kedua kategori konvensional dan Syariah Compliant. Selain itu, ada sangat sedikit pergerakan dinamis antara risiko geopolitik dan indeks yang diambil. Malaysia dan Indonesia muncul sebagai negara yang menunjukkan pergerakan bersama yang paling sedikit dan menawarkan properti safe haven terhadap risiko geopolitik. Temuan ini membawa implikasi penting bagi investor dan pembuat kebijakan.

Berdasarkan hasil dari analisis regresi kuantil dan koheren gelombang, kami menyimpulkan bahwa risiko geopolitik tidak secara signifikan mempengaruhi pasar ASEAN5.Meskipun ada beberapa kasus di mana koefisien signifikan, seperti dalam kasus Thailand dan Malaysia, kasus-kasus ini jarang terjadi dan tidak konsisten dalam berbagai uji kekokohan atau tingkat kuantil.Kami juga menyelidiki hubungan dinamis melalui domain waktu dan frekuensi.Hasilnya mengungkapkan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki pergerakan bersama yang paling sedikit dengan risiko geopolitik.Mereka menunjukkan bahwa pergerakan bersama lebih menonjol di negara-negara tertentu seperti Filipina dan selama peristiwa geopolitik tertentu seperti Perang Rusia-Ukraina.Di sisi lain, pasar seperti Malaysia dan Indonesia menunjukkan ketahanan yang lebih besar terhadap risiko geopolitik, yang dapat dikaitkan dengan kebijakan ekonomi dan struktur pasar masing-masing.

Berdasarkan temuan penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki apakah ASEAN5 dapat dianggap sebagai safe haven bagi investor internasional. Kedua, investor Syariah Compliant dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di Indonesia dan Malaysia karena asosiasi mereka yang lemah dengan risiko geopolitik. Praktisi dapat memanfaatkan temuan ini untuk mendiversifikasi portofolio dengan memasukkan aset dari Malaysia dan Indonesia, mengingat ketahanan mereka terhadap GPR. Regulasi di negara-negara ASEAN5 harus meningkatkan mekanisme untuk mengurangi efek tumpahan selama GPR. Penelitian masa depan dapat memperluas analisis ini dengan menambahkan ekonomi emerging lainnya atau pembagian geopolitik lainnya seperti OIC. Metode ini dapat diterapkan lebih lanjut pada data tingkat perusahaan untuk mendapatkan perspektif mikroekonomi GPR berdasarkan variabel perusahaan spesifik.

  1. Does Geopolitical Risk Matter for ASEAN5 Economies? Evidence on Conventional and Islamic Compliant Indices... doi.org/10.21098/jimf.v11i2.2469Does Geopolitical Risk Matter for ASEAN5 Economies Evidence on Conventional and Islamic Compliant Indices doi 10 21098 jimf v11i2 2469
Read online
File size3.46 MB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test