JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Penelitian ini menyelidiki dinamika yang saling terkait di antara berbagai mata uang digital, khususnya berfokus pada imbal hasil disesuaikan risiko, risiko ekor, efek limpahan dinamis, dan implikasi portofolio. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya mengkaji kelas mata uang digital secara terpisah atau dalam kombinasi terbatas, studi kami mengintegrasikan enam kelas mata uang digital yang berbeda, yaitu mata uang kripto syariah berbasis emas, mata uang kripto hijau, stablecoin berbasis emas, token non-fungible (NFT), aset keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan mata uang kripto konvensional, memungkinkan perbandingan langsung dinamika risiko-imbal hasil dan ketergantungan sistemik. Dengan menggunakan Value at Risk (VaR), Conditional Value at Risk (CVaR), Vector Autoregression berbasis kuantil (Quantile VAR), dan analisis konektivitas jaringan, kami memberikan wawasan yang bernuansa mengenai perilaku aset-aset ini di berbagai kondisi pasar (bullish, bearish, dan kondisi normal). Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mata uang kripto konvensional dan aset DeFi secara konsisten memberikan imbal hasil disesuaikan risiko yang positif, sementara mata uang kripto syariah berbasis emas menunjukkan risiko penurunan yang jauh lebih tinggi dan kinerja negatif. Analisis limpahan mengungkapkan keterkaitan yang jelas, terutama dalam kondisi pasar ekstrem, dengan mata uang kripto konvensional diidentifikasi sebagai pemancar utama guncangan pasar, dan stablecoin berbasis emas serta mata uang kripto syariah berbasis emas sebagai penerima. Temuan kami menggarisbawahi peluang diversifikasi yang signifikan yang ditawarkan oleh pasangan aset yang menunjukkan keterkaitan rendah, terutama dalam kondisi pasar normal. Selanjutnya, analisis optimasi portofolio menyoroti efektivitas lindung nilai yang superior dan biaya lindung nilai yang lebih rendah yang terkait dengan stablecoin berbasis emas dan pasangan mata uang kripto konvensional. Investigasi komprehensif ini memberikan implikasi penting bagi investor, menyarankan strategi yang informatif untuk alokasi aset dan manajemen risiko. Para pembuat kebijakan juga dapat memanfaatkan wawasan kami untuk merancang kerangka peraturan adaptif yang mengatasi risiko sistemik yang timbul dari pasar mata uang digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mata uang kripto konvensional dan aset DeFi secara konsisten memberikan imbal hasil disesuaikan risiko yang positif, sementara mata uang kripto syariah berbasis emas menunjukkan kinerja negatif dan risiko ekor yang lebih tinggi, mengindikasikan tantangan likuiditas dan regulasi.Investor disarankan untuk berhati-hati terhadap aset berisiko tinggi dan memanfaatkan aset konvensional atau DeFi, sambil menyesuaikan strategi portofolio secara dinamis sesuai kondisi pasar.Untuk pembuat kebijakan, penting untuk mengembangkan kerangka regulasi adaptif yang menekankan transparansi, peningkatan likuiditas, dan kriteria dukungan aset yang efektif guna mengurangi risiko sistemik dan meningkatkan kepercayaan investor dalam ekosistem mata uang digital yang terus berkembang.

Penelitian lanjutan dapat mendalami lanskap mata uang digital yang terus berkembang dengan memperluas cakupan studi. Penting untuk menginvestigasi bagaimana dinamika risiko dan keterhubungan pasar akan berubah jika studi mencakup lebih banyak jenis mata uang digital yang baru muncul, seperti token yang mewakili aset dunia nyata (RWA) atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral (CBDC), serta menyertakan jumlah aset yang lebih besar dari setiap kategori yang sudah ada. Apakah penambahan variasi aset-aset ini akan mengubah secara signifikan pola limpahan guncangan pasar dan peluang diversifikasi yang ditemukan dalam penelitian ini? Selain itu, mengingat sifat pasar mata uang digital yang sangat dinamis dan kompleks, penggunaan model kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) dapat dieksplorasi lebih jauh. Sejauh mana model-model canggih ini dapat memberikan akurasi yang lebih tinggi dalam memprediksi risiko ekor dan mengidentifikasi pola keterhubungan yang non-linier dibandingkan dengan metode ekonometrik tradisional, terutama dalam memproyeksikan pergerakan pasar ekstrem atau dampak peristiwa tak terduga? Terakhir, dengan temuan bahwa mata uang kripto syariah berbasis emas masih menghadapi tantangan, ada kebutuhan mendesak untuk memahami secara komprehensif dampak spesifik dari berbagai kerangka peraturan. Bagaimana regulasi yang mendukung atau yang justru membatasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, memengaruhi profil risiko, tingkat likuiditas, dan pola keterhubungan pasar mata uang digital, khususnya bagi aset yang berorientasi etis seperti kripto syariah dan hijau? Studi komparatif antar yurisdiksi dengan pendekatan regulasi yang berbeda dapat sangat membantu dalam mengidentifikasi praktik terbaik untuk mendorong stabilitas dan meningkatkan kepercayaan investor di ekosistem digital ini.

  1. Risk-Adjusted Returns and Spillover Dynamics among Emerging Digital Currencies | Journal of Islamic Monetary... doi.org/10.21098/jimf.v11i2.2771Risk Adjusted Returns and Spillover Dynamics among Emerging Digital Currencies Journal of Islamic Monetary doi 10 21098 jimf v11i2 2771
Read online
File size2.16 MB
Pages38
DMCAReport

Related /

ads-block-test