IAIIIAII

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)iJurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)i

Keterlambatan penanganan terhadap suatu jenis penyakit dapat menimbulkan resiko baik bagi seseorang maupun lingkungannya. Seringkali jatuhnya korban disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat atas terjangkitnya suatu penyakit menular yang berbahaya. Ketidaktahuan masyarakat itu seperti tindakan apa yang harus segera dilakukan dan kemana seharusnya untuk mendapatkan bantuan atau pertolongan. Dengan demikian perlu dibangun suatu aplikasi sistem pakar yang dapat mendiagnosis jenis penyakit menular, memberikan rekomendasi penanganan penyakit, dan memberikan rekomendasi tempat layanan kesehatan yang dapat segera dijangkau. Sistem yang dibangun bertujuan untuk mendiagnosis enam jenis penyakit menular yang menjadi perhatian khusus di Kota Malang. Beragam penyakit menular dengan kemiripan gejala yang muncul akan menimbulkan ketidakpastian dan menyebabkan ditemukannya banyak kemungkinan diagnosis. Metode dempster shafer merupakan salah satu pendekatan sesuai yang dapat digunakan dalam mengatasi faktor ketidakpastian tersebut. Aplikasi sistem pakar konsultasi penyakit menggunakan metode dempster shafer memperoleh hasil uji akurasi sebesar 88.5%. Sementara uji ketergunaan sistem memperoleh hasil, sebanyak 76% menyatakan setuju terhadap reliability sistem, 85% sangat setuju terhadap efficiency sistem, 83% sangat setuju terhadap ease for use sistem, dan 79% setuju terhadap accurate sistem.

Sistem konsultasi penyakit menular mampu mendiagnosis enam jenis penyakit menular di Kota Malang dengan akurasi sebesar 88,5%.Sistem ini memberikan rekomendasi penanganan awal dan tempat layanan kesehatan terdekat sesuai posisi pengguna, serta diimplementasikan dalam platform website dan smartphone Android.Hasil uji ketergunaan menunjukkan respons positif dari pengguna terkait kehandalan, efisiensi, kemudahan penggunaan, dan keakuratan sistem.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji efektivitas sistem ini dalam konteks daerah lain di luar Kota Malang dengan karakteristik penyakit menular yang berbeda, agar dapat dilihat apakah sistem tetap akurat dan relevan secara luas. Kedua, dapat dilakukan studi lanjutan untuk mengintegrasikan data geolokasi rumah sakit secara real-time dengan sistem informasi kesehatan milik pemerintah, sehingga rekomendasi tempat layanan kesehatan tidak hanya dekat secara geografis namun juga mempertimbangkan ketersediaan fasilitas, beban pasien, dan jam operasional. Ketiga, perlu dirancang penelitian untuk mengevaluasi dampak penggunaan sistem ini terhadap kecepatan penanganan pasien dan penurunan angka penularan penyakit di masyarakat, sehingga dapat diketahui nilai kontribusi sistem secara nyata dalam sistem kesehatan publik.

  1. #kinerja karyawan#kinerja karyawan
  2. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
Read online
File size1.08 MB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1Gc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test