UNIPEMUNIPEM

ipsikomipsikom

Pengembangan aplikasi perangkat lunak secara langsung dapat memengaruhi kepuasan pengguna dan keberhasilan organisasi. Perangkat lunak yang berkualitas buruk tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan melalui biaya pengerjaan ulang, penarikan produk, atau hilangnya pendapatan, tetapi juga dapat merusak reputasi. Standar ISO/IEC 25010:2011 diakui sebagai kerangka kerja komprehensif untuk kualitas perangkat lunak, yang mendefinisikan karakteristik kualitas inti. Implementasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi risiko proyek, dan mengoptimalkan efisiensi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak menggunakan standar ISO 25010, yang fokus pada karakteristik kualitas perangkat lunak. Studi ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi Audit Manajemen Sistem (AMS) sebagai studi kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komprehensif terhadap setiap karakteristik kualitas yang disediakan oleh ISO 25010, dengan menggunakan metode kuesioner terhadap 8 komponen ISO 25010 dengan menggunakan skala likert kepada para responden. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menentukan sejauh mana aplikasi ini memenuhi standar kualitas ISO 25010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Audit Management System (AMS) ini memiliki kinerja yang baik dalam beberapa karakteristik, seperti fungsionalitas dan kehandalan. Namun, terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti efisiensi dan keamanan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak mereka sesuai dengan standar ISO 25010.

Aplikasi Audit Management System (AMS) secara umum dinilai cukup baik oleh responden, terutama dalam aspek fungsionalitas, usabilitas, dan reliabilitas.Namun, terdapat beberapa area dengan skor lebih rendah yang menunjukkan potensi perbaikan, seperti efisiensi kinerja, kompatibilitas, keamanan, kemudahan pemeliharaan, dan portabilitas.Perbedaan persepsi antar peran memberikan wawasan berharga, di mana kepuasan pengguna tinggi namun tim teknis menyuarakan perlunya peningkatan dari sisi teknis.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis umpan balik kualitatif dari responden guna memahami alasan mendalam di balik skor yang diberikan dalam evaluasi kualitas perangkat lunak, sehingga temuan dapat lebih kontekstual dan tindakan perbaikan lebih tepat sasaran. Kedua, penilaian kualitas perangkat lunak sebaiknya tidak hanya mengandalkan kuesioner, tetapi juga mengintegrasikan metode pengujian langsung terhadap sistem secara teknis untuk menghasilkan data yang lebih objektif dan komprehensif. Ketiga, diperlukan studi komparatif antar aplikasi atau proyek serupa dalam lingkungan organisasi yang berbeda untuk melihat bagaimana faktor kontekstual seperti ukuran tim, metodologi pengembangan, atau tingkat otonomi tim teknis memengaruhi efektivitas implementasi standar ISO 25010, sehingga dapat dirumuskan panduan adaptif yang lebih fleksibel dan relevan bagi berbagai kondisi pengembangan perangkat lunak.

  1. #human resources#human resources
  2. #support vector machine#support vector machine
Read online
File size423.84 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-31A
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test