USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Crossbite anterior merupakan maloklusi yang terjadi akibat posisi gigi anterior maksila berada di lingual gigi anterior mandibula. Crossbite anterior dapat dikoreksi dengan alat ortodonti lepasan maupun cekat. Tujuan laporan kasus ini yaitu untuk menyampaikan keberhasilan perawatan kasus maloklusi kelas I disertai crowding moderat mandibula dan crossbite anterior menggunakan sistem standar edgewise untuk memperbaiki fungsi dan estetika. Seorang pasien laki-laki berusia 20 mengeluhkan gigi berantakan dan terdapat gigi depan rahang atas yang berada di belakang gigi rahang bawah. Pemeriksaan ekstra oral, intra oral, radiografis serta analisis model dilakukan untuk menentukan diagnosis dan rencana perawatan. Diagnosis kasus ini yaitu maloklusi dentoskeletal Kelas I dengan profil cembung, disertai crowding rahang atas dan rahang bawah, pergeseran garis median rahang bawah ke kiri, crosbbite anterior serta insisif rahang bawah proposisi. Diskusi: maloklusi berhasil dikoreksi selama 22 bulan menggunakan bracket Edgewise dengan slot 0.18 dengan sistem multipleloop untuk mengkoreksi crossbite anterior dan crowding dengan hasil cukup memuaskan. Perawatan ortodontik cekat dengan standar edgewise dapat digunakan untuk mengoreksi kasus maloklusi kelas I disertai crowding moderat dan crossbite anterior dengan hasil yang memuaskan. Hasil akhir perawatan disimpulkan menunjukkan hubungan molar kelas I, overjet dan overbite normal, serta memenuhi aspek estetik wajah pasien.

Perawatan ortodontik cekat dengan standar edgewise dapat digunakan untuk mengoreksi kasus maloklusi kelas I disertai crowding moderat dan crossbite anterior.Hasil akhir perawatan menunjukkan hubungan molar kelas I, overjet dan overbite normal, serta memenuhi aspek estetik wajah pasien.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara perawatan ortodontik cekat dan lepasan dalam mengoreksi crossbite anterior, dengan mempertimbangkan faktor kepatuhan pasien dan efek samping jangka panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak perawatan ortodontik terhadap kualitas hidup pasien, terutama dalam hal fungsi dan estetika. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai stabilitas hasil perawatan ortodontik dalam jangka panjang, terutama dalam kasus maloklusi kelas I dengan crossbite anterior.

Read online
File size1.18 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test