USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Komunikasi merupakan aspek terpenting dalam kolaborasi antar profesi yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, rekam medis, dan pasien. Faktanya, 70–80% kesalahan dalam pelayanan kesehatan disebabkan oleh buruknya komunikasi dan kurangnya pemahaman antar anggota tim atau antar profesi. Kurangnya komunikasi juga dapat menyebabkan keterlambatan dalam melayani pasien dan kesalahan dalam menangani pasien. Salah satu cara pemberian pelatihan Komunikasi Efektif melalui metode Situation Background Assessment Rekomendasi (SBAR). Tujuan penelitian ini adalah menciptakan dan membetulkan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan informannya adalah seluruh staf atau karyawan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan pemberian angket baik sebelum maupun sesudah pelatihan komunikasi. Perubahan yang akan diamati atau diukur dalam penelitian adalah sebelum dan sesudah pelatihan SBAR yaitu peningkatan dan perubahan perilaku petugas. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang akan diamati atau diukur dalam penelitian adalah sebelum dan sesudah pelatihan metode SBAR, responden mempunyai hasil persentase yang cukup baik, yaitu dengan pengetahuan sebesar 73,65% dan menerapkan komunikasi efektif dengan metode SBAR sebesar 57,49%. Disimpulkan bahwa komunikasi efektif merupakan indikator pemantauan kualitas rumah sakit dan keselamatan pasien.

Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi efektif dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara.Komunikasi efektif dimonitor terkait keluhan atau konflik dan keselamatan pasien.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, penting untuk fokus pada pelatihan komunikasi efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan SBAR dapat meningkatkan pengetahuan dan penerapan komunikasi efektif di antara staf rumah sakit. Saran penelitian lanjutan adalah untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pelatihan ini terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Selain itu, studi komparatif antara rumah sakit yang telah menerapkan pelatihan komunikasi efektif dengan yang belum dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang manfaat dan tantangan dalam implementasinya. Terakhir, penelitian tentang strategi komunikasi yang efektif dalam konteks spesifik rumah sakit gigi dan mulut dapat memberikan rekomendasi praktis bagi institusi kesehatan serupa.

Read online
File size480.65 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test