ITLITL

JMBTLJMBTL

Distribusi tepat waktu dari Palm Kernel (PK) sangat penting untuk menjaga tingkat Free Fatty Acid (FFA) dan stabilitas rantai pasok, tetapi inefisiensi logistik masih terjadi di sektor minyak sawit Indonesia. Penelitian ini secara empiris menyelidiki determinan keterlambatan pengiriman dalam kerangka logistik truk di sebuah Pabrik Minyak Sawit (PKS) utama di Kalimantan Tengah dari tahun 2022 hingga 2024. Dengan menggunakan pendekatan campuran, penelitian ini menggabungkan data pengiriman historis (N=119), observasi lapangan, dan analisis regresi linier untuk mengevaluasi enam faktor keterlambatan potensial. Temuan menunjukkan tingkat keterlambatan sebesar 23,5% selama periode tiga tahun, dengan Libur Panjang (festival keagamaan) dan Kondisi Cuaca/Jalan sebagai faktor utama keterlambatan, terutama pada tahun 2024 di mana liburan menunjukkan koefisien regresi dominan (β=0,962). Berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya fokus pada infrastruktur, penelitian ini menekankan pergeseran ke arah kendala operasional musiman dan kinerja pengangkut. Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan armada teknis tidak cukup tanpa strategi penjadwalan adaptif. Oleh karena itu, penerapan perencanaan logistik prediktif di sekitar acara musiman dan pemantauan infrastruktur real-time direkomendasikan untuk mengurangi keterlambatan, menawarkan kerangka kerja praktis untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok di industri pertanian tropis.

Penelitian ini secara empiris menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman dalam distribusi Palm Kernel (PK) menggunakan pendekatan campuran.Dengan menggabungkan data pengiriman historis (N=119) dengan wawasan kualitatif, penelitian ini mengevaluasi enam variabel keterlambatan potensial.kondisi truk, fluktuasi produksi, kondisi cuaca/jalan, proses administrasi, kinerja pengangkut, dan liburan musim.Kerangka logistik di Kalimantan Tengah ditandai dengan kendala yang unik, termasuk jalan perkebunan yang tidak beraspal yang memburuk selama musim hujan dan fluktuasi tenaga kerja yang signifikan selama festival keagamaan seperti Idul Fitri.Fokus ini sejalan dengan kerangka House of Risk yang diusulkan oleh Pujawan dan Geraldin [11], yang mengklasifikasikan gangguan operasional dan peristiwa sosial-budaya sebagai risiko rantai pasok yang kritis yang memerlukan strategi mitigasi proaktif daripada reaktif.Memahami dinamika ini sangat penting untuk mengembangkan strategi rantai pasok yang tangguh di ekonomi agraris tropis.Artikel ini mengusulkan perspektif baru dengan mengkuantifikasi dampak peristiwa kalender sosial-budaya bersama dengan variabel infrastruktur fisik.Meskipun kebijaksanaan konvensional menyatakan bahwa infrastruktur fisik (jalan dan cuaca) adalah penggerak keterlambatan utama [3] [12], penelitian ini menunjukkan bahwa jeda operasional musiman selama liburan besar memiliki pengaruh statistik dominan pada jadwal pengiriman, terutama pada periode pemulihan pasca-pandemi tahun 2024.Literatur logistik terbaru semakin mengakui liburan publik dan musim perayaan sebagai guncangan logistik struktural daripada gangguan insidental.[13] menunjukkan bahwa periode liburan secara bersamaan menghasilkan tekanan permintaan yang lebih tinggi sambil mengurangi hari kerja efektif, menciptakan tekanan kapasitas sistemik dalam transportasi dan pergudangan yang menyebabkan kemacetan, waktu tunggu yang lebih lama, dan penurunan fleksibilitas operasional.[14] menunjukkan bahwa liburan publik secara signifikan mengubah pola arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kemacetan dalam jaringan transportasi berbasis jalan, yang menyebabkan keterlambatan dan degradasi keandalan yang dapat diukur.Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa musim perayaan mewakili gangguan yang dapat diprediksi, berdampak tinggi yang didorong oleh konvergensi lonjakan permintaan, batasan tenaga kerja dan waktu, serta kemacetan infrastruktur, sehingga membenarkan perlakuan analitis eksplisit efek liburan dalam model keterlambatan logistik terakhir.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif multi-situs di Sumatra dan Kalimantan untuk mengembangkan Indeks Risiko Logistik Tropis yang lebih umum. Penelitian ini dapat mengeksplorasi analisis biaya-manfaat antara investasi dalam jalan beraspal pribadi versus peningkatan insentif pengangkut. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi implementasi protokol Buffer Liburan Dinamis yang diusulkan dalam penelitian ini, dengan mengintegrasikan faktor liburan ke dalam sistem ERP perusahaan dan menyesuaikan kontrak pengangkut untuk ketersediaan musim puncak. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut tentang bagaimana manajer logistik dapat memanfaatkan data curah hujan real-time untuk menyesuaikan waktu tunggu secara dinamis menggunakan sistem pengiriman Merah-Kuning-Hijau untuk mencegah kerusakan truk di jalur gambut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok di industri pertanian tropis, khususnya dalam konteks logistik terakhir di daerah gambut.

  1. IJAT Vol.11 p.4 (2017) | Fuji Technology Press: academic journal publisher. ijat vol fuji technology... doi.org/10.20965/ijat.2017.p0004IJAT Vol 11 p 4 2017 Fuji Technology Press academic journal publisher ijat vol fuji technology doi 10 20965 ijat 2017 p0004
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s12063-022-00342-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s12063 022 00342 z
Read online
File size594.51 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test