POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Mesin Ripple Mill digunakan pada tahap kernel untuk menggiling serbuk gergaji menggunakan gerakan sentrifugal yang dihasilkan oleh rotor. Biji pada rotor akan sangat buruk sehingga menyebabkan pecahnya cangkang. Karena kebutuhan industri kelapa akan mesin pengolahan seperti Ripple Mill terus berkembang, baik di pabrik besar maupun kecil. Kapasitas mesin ini adalah 6 ton biji per jam, sementara kapasitas pabrik sekitar 30 ton tandan buah segar setiap jam. Mesin ini menggunakan motor dengan 132 tenaga kuda dan memiliki kecepatan maksimum 1440 rpm. Energi yang dihasilkan digunakan untuk membuat biji tetap utuh selama seluruh proses. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan desain mesin Ripple Mill dengan kapasitas 6 ton/jam yang efisien, efektif, dan ekonomis untuk mendukung proses pengolahan biji kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perencanaan rekayasa, meliputi analisis kebutuhan, perhitungan komponen utama (poros, puli, sabuk, bantalan, pasak), dan evaluasi hasil perhitungan berdasarkan data desain teoritis.

Perencanaan mesin ripple mill dengan kapasitas 6 ton/jam menghasilkan desain yang efisien untuk pemecahan cangkang biji kelapa sawit, menggunakan motor 132 HP pada putaran 1440 rpm serta komponen utama yang memenuhi standar permesinan.Hasil perhitungan menunjukkan peningkatan efisiensi pengolahan serta kemampuan menjaga keutuhan inti biji, sehingga rancangan ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan mesin pemecah biji kelapa sawit pada industri skala menengah.Penulis menekankan pentingnya perencanaan mesin yang tepat, pemeliharaan rutin, dan penggunaan bahan besi karbon berkualitas untuk memastikan produktivitas dan efisiensi mesin yang optimal.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi geometri rotor bar terhadap tingkat kerusakan inti biji pada berbagai varietas kelapa sawit, dengan tujuan menemukan bentuk rotor yang meminimalkan kerusakan namun tetap efektif memecah cangkang. Selain itu, studi optimasi transmisi sabuk‑puli dapat dilakukan menggunakan berbagai jenis bahan sabuk dan pengaturan tegangan untuk meningkatkan efisiensi energi serta mengurangi keausan pada komponen. Terakhir, pengembangan sistem pemantauan real‑time berbasis sensor yang dapat mendeteksi tingkat pecahan cangkang dan secara otomatis menyesuaikan kecepatan motor dapat meningkatkan kontrol proses dan mengoptimalkan kualitas produk akhir.

Read online
File size475.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test