ITLITL

JMBTLJMBTL

Sektor penerbangan diperkirakan menyumbang sekitar 2% dari total emisi CO2 akibat aktivitas manusia. Peningkatan aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati berpotensi meningkatkan emisi gas pesawat, sehingga evaluasi strategi pengurangan emisi menjadi sangat penting. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas operasi taksi bermesin tunggal selama fase taxi out dalam mengurangi emisi. Dengan menggunakan pendekatan hibrida yang menggabungkan Pendekatan Lanjutan dan Pendekatan Canggih, penelitian kuantitatif ini meneliti emisi Hidrokarbon (HC), Karbon Monoksida (CO), dan Nitrogen Oksida (NOx). Analisis ini membandingkan operasi normal dengan operasi taksi bermesin tunggal selama fase taxi-out. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada operasi normal, total emisi pada fase taxi out adalah HC: 22.328,55 gram, CO: 961.184,10 gram, dan NOx: 193.381,07 gram. Penerapan strategi taksi bermesin tunggal secara signifikan mengurangi emisi menjadi HC: 6.841,11 gram, CO: 326.101,67 gram, dan NOx: 63.002,80 gram. Temuan utama menunjukkan pengurangan emisi yang substansial: 69% untuk HC, 66% untuk CO, dan 67% untuk NOx. Hasil ini menunjukkan efektivitas operasi taksi bermesin tunggal dalam memitigasi dampak lingkungan dari operasi pesawat di Bandara Kertajati. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pengelola bandara dan pemangku kepentingan industri penerbangan dalam mengembangkan praktik operasional yang lebih ramah lingkungan. Penerapan strategi ini berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya pengurangan jejak karbon di sektor penerbangan, sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi perubahan iklim.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emisi gas buang pesawat selama fase taxi-out di Bandara Kertajati dan mengevaluasi potensi pengurangan emisi melalui implementasi strategi operasi taksi bermesin tunggal.Berdasarkan analisis 148 penerbangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi operasi taksi bermesin tunggal dapat berdampak positif signifikan dalam mengurangi emisi pesawat.Emisi hidrokarbon (HC) berkurang 69%, emisi karbon monoksida (CO) berkurang 66%, dan emisi nitrogen oksida (NOx) berkurang 67%.Penelitian ini menekankan efektivitas strategi dalam mengurangi dampak lingkungan dari operasi pesawat.Implementasi strategi operasi bermesin tunggal selama fase taxi-out dapat mengurangi emisi gas buang sebesar 66%-69%, berkontribusi pada upaya global untuk meminimalkan dampak lingkungan sektor penerbangan.Di Bandara Kertajati, strategi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan menurunkan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional maskapai, serta mengurangi pengeluaran untuk kredit karbon.Temuan penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi operator bandara dan regulator untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung praktik ramah lingkungan.Selain itu, penelitian ini mendukung industri penerbangan dalam mencapai operasi yang lebih berkelanjutan, menjadi langkah penting menuju standar penerbangan yang lebih ramah lingkungan secara global.Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam proses pengumpulan data, hanya menggunakan data dari Bandara Kertajati selama satu bulan.Hasil penelitian mungkin tidak dapat diterapkan langsung ke bandara lain, karena setiap bandara memiliki karakteristik penerbangan yang berbeda.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak strategi taksi bermesin tunggal pada berbagai jenis pesawat dan bandara dengan karakteristik yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi emisi yang lebih akurat dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis pesawat, kondisi cuaca, dan infrastruktur bandara. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi alternatif untuk mengurangi emisi selama fase taxi-out, seperti penggunaan teknologi ramah lingkungan atau optimasi rute taxi-out. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya mengurangi emisi pesawat dan mendukung praktik ramah lingkungan di sektor penerbangan.

  1. Sustainable Tourism Research Towards Twenty-Five Years of the Journal of Sustainable Tourism - Advances... dergipark.org.tr/en/doi/10.30519/ahtr.406555Sustainable Tourism Research Towards Twenty Five Years of the Journal of Sustainable Tourism Advances dergipark tr en doi 10 30519 ahtr 406555
Read online
File size547.44 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test