USMUSM

TeknikaTeknika

Kereta Bandara Soekarno‑Hatta (Basoetta) merupakan layanan transportasi strategis yang mendukung konektivitas perkotaan dan bandara serta dilaksanakan dalam kerangka pelayanan publik melalui skema Public Service Obligation (PSO). Penelitian ini menganalisis operasional dan kelayakan finansial layanan kereta Bandara Soekarno‑Hatta pada rute Manggarai – Batu Ceper, khususnya pada konteks perubahan pengelolaan dan penerapan subsidi skema PSO. Metode kuantitatif dengan data sekunder dianalisis menggunakan Pedoman Perhitungan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api sesuai PM Perhubungan Nomor 17 Tahun 2018. Analisis meliputi biaya operasional kereta (BOK), tarif dasar, kompensasi PSO, dan evaluasi kelayakan finansial menggunakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan biaya operasional didominasi oleh penggunaan energi, sumber daya manusia, dan perawatan sarana, menandakan tarif BOK lebih tinggi daripada tarif eksisting saat ini dan membutuhkan dukungan PSO. Secara finansial, layanan ini dinyatakan layak berdasarkan NPV positif dan BCR>1, meskipun belum memenuhi kriteria IRR. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan bukti empiris mengenai peran PSO sebagai instrumen penyeimbang antara keberlanjutan finansial operator dan tujuan pelayanan publik pada layanan kereta bandara di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan layanan Kereta Bandara Soekarno‑Hatta pada lintas Manggarai‑Batu Ceper sangat dipengaruhi oleh penerapan skema Public Service Obligation (PSO).Biaya operasional dominan terdiri dari konsumsi energi, kebutuhan sumber daya manusia, serta biaya perawatan sarana, sehingga tarif berbasis biaya operasional mencapai Rp44.918 per penumpang menurunkan tarif menjadi sekitar Rp35.040 per penumpang, menjadikannya terjangkau bagi pengguna.Analisis kelayakan finansial menunjukkan proyek layak karena NPV positif dan BCR>1, namun belum memenuhi kriteria IRR yang berada di bawah tingkat diskonto, menandakan layanan lebih berorientasi pada pelayanan publik daripada keuntungan finansial murni.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal yang memantau perubahan tarif, volume penumpang, dan subsidi PSO selama 10 tahun ke depan untuk menilai dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan operasional dan sosial layanan kereta bandara. Kedua, lakukan studi komparatif antara jalur kereta bandara dengan model transportasi lain seperti bus rapid transit dan shuttle udara untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi penumpang dan efisiensi biaya, guna menentukan skema subsidi paling efektif. Ketiga, ulus penelitian terkait desain insentif berbasis kinerja bagi operator kereta bandara, dengan mengukur indikator seperti kepuasan penumpang, tingkat keterjangkauan, dan efisiensi operasional, sehingga kebijakan PSO dapat dioptimalkan secara data‑driven dan berfokus pada peningkatan layanan publik.

  1. Mass Rapid Transit Operation and Maintenance Cost Calculation Model - Nurcahyo - 2020 - Journal of Advanced... hindawi.com/journals/jat/2020/7645142Mass Rapid Transit Operation and Maintenance Cost Calculation Model Nurcahyo 2020 Journal of Advanced hindawi journals jat 2020 7645142
  2. 0. pdf obj endobj xref trailer startxref eof edt4q sb jh ifn dse qs mn2 ll re xv ibq fc bjnpqe 8x s0... ukm.my/jkukm/wp-content/uploads/2022/3401/02.pdf0 pdf obj endobj xref trailer startxref eof edt4q sb jh ifn dse qs mn2 ll re xv ibq fc bjnpqe 8x s0 ukm my jkukm wp content uploads 2022 3401 02 pdf
Read online
File size301.5 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test