PELITABANGSAPELITABANGSA

Prosiding Sains dan TeknologiProsiding Sains dan Teknologi

Arsitektur responsif iklim telah muncul sebagai strategi desain hijau fundamental dalam mengatasi tantangan lingkungan di lingkungan binaan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi ini meneliti bagaimana respons arsitektur terhadap kondisi iklim lokal seperti orientasi matahari, ventilasi alami, pendinginan pasif, perangkat peneduh, dan pemilihan material dapat mengurangi konsumsi energi, meningkatkan kenyamanan termal, dan mendorong keberlanjutan lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, makalah ini menggunakan tinjauan literatur dan studi kasus komparatif bangunan responsif iklim dalam konteks tropis dan subtropis. Analisis berfokus pada integrasi prinsip-prinsip desain arsitektur dengan strategi rekayasa untuk mengevaluasi kontribusinya terhadap SDG 7 (Energi Terjangkau dan Bersih), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 13 (Aksi Iklim). Temuan menunjukkan bahwa desain responsif iklim tidak hanya meminimalkan ketergantungan pada sistem mekanis tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan relevansi sosial-budaya dalam praktik arsitektur. Lebih lanjut, studi ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin yang melibatkan arsitektur, teknologi bangunan, dan rekayasa lingkungan untuk mengoptimalkan kinerja berkelanjutan.

Arsitektur responsif iklim merupakan jalur yang efektif dan peka terhadap konteks menuju implementasi desain hijau, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus menyelaraskan inovasi arsitektur dengan tanggung jawab ekologis.Pendekatan ini mampu meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan termal, serta kualitas lingkungan binaan.Integrasi prinsip arsitektur tanggap iklim dalam praktik perancangan dan kebijakan pembangunan menjadi langkah penting menuju masa depan yang berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai strategi desain pasif dalam konteks iklim tropis yang berbeda-beda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kelembapan dan intensitas radiasi matahari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material bangunan lokal yang ramah lingkungan dan memiliki performa termal yang optimal, sehingga dapat mengurangi jejak karbon sektor konstruksi. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip arsitektur responsif iklim dapat diintegrasikan dengan teknologi pintar (smart technology) untuk menciptakan bangunan yang adaptif dan efisien energi secara otomatis. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan inovasi desain yang lebih berkelanjutan dan relevan dengan tantangan perubahan iklim serta kebutuhan masyarakat di masa depan.

Read online
File size1.24 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test