UNYUNY
Jurnal Pendidikan KarakterJurnal Pendidikan KarakterPendidikan karakter merupakan landasan bagi manusia sebagai manusia yang beradab dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan hasil pemikiran pendidikan karakter. Peneliti hanya membandingkan hasil pemikiran pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara dengan Jhon Dewey. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan penelitian yang berkaitan dengan pokok bahasan. Penelitian ini menganalisis hasil perbandingan pemikiran para tokoh pendidikan karakter tersebut, yang meskipun mempunyai perbedaan pemikiran yang positif, namun bertujuan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia yang melahirkan individu-individu yang berbudi luhur dan berkepribadian baik, mampu berpikir kritis, aktif, dan berpartisipasi dalam masyarakat. Meski demikian, keduanya sepakat bahwa pendidikan karakter harus menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan di Indonesia guna mencetak individu-individu berkualitas yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari semua pihak untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia untuk mencapai tujuan tersebut.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbandingan pemikiran pendidikan karakter antara Ki Hajar Dewantara dan John Dewey memiliki banyak kesamaan dalam pandangan mereka tentang pentingnya pembentukan karakter melalui proses pendidikan.Pendidikan karakter dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah moral di masyarakat Indonesia saat ini.Hal ini dapat dicapai dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kurikulum pendidikan dan lebih memperhatikan pengembangan sikap, kepribadian, serta moral siswa.Selain itu, juga diperlukan pengembangan karakter di luar kelas melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengenalan budaya lokal yang dapat membentuk kesadaran pentingnya nilai-nilai mulia dalam kehidupan bermasyarakat.Dengan demikian, diharapkan generasi muda Indonesia dapat menjadi agen perubahan positif dan membangun bangsa yang lebih baik di masa depan.
Dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter di Indonesia, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang implementasi konsep Ing ngarsa sung tulada Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa di sekolah-sekolah modern, terutama dalam konteks globalisasi saat ini. Kedua, studi tentang integrasi pendekatan learning by doing John Dewey dalam program pendidikan karakter, khususnya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian siswa. Ketiga, penelitian komparatif antara pendidikan karakter berbasis nilai lokal (seperti konsep Taman Siswa) dengan pendekatan global (seperti pendidikan demokratis Dewey) dalam konteks keberagaman budaya Indonesia. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperkaya wawasan akademis serta memberikan dasar praktis bagi pengembangan kurikulum pendidikan karakter yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
- PANDANGAN JOHN DEWEY DAN JEAN PIAGET TERHADAP KURIKULUM PENDIDIKAN: PERSPEKTIF TEORI PEMBELAJARAN AKTIF... afeksi.id/jurnal/index.php/afeksi/article/view/173PANDANGAN JOHN DEWEY DAN JEAN PIAGET TERHADAP KURIKULUM PENDIDIKAN PERSPEKTIF TEORI PEMBELAJARAN AKTIF afeksi jurnal index php afeksi article view 173
- Jurnal Pendidikan Karakter. penguatan pendidikan karakter religius keagamaan sma negeri bandung jurnal... doi.org/10.21831/jpka.v14i1.55288Jurnal Pendidikan Karakter penguatan pendidikan karakter religius keagamaan sma negeri bandung jurnal doi 10 21831 jpka v14i1 55288
| File size | 530.14 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
DINIYAHDINIYAH (a) Ayo membaca al-Quran, (b) Kisah Sejarah Inspiratif, (c) Wawasan Keislaman. Peran ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan, Peran Organisasi Pada Masa(a) Ayo membaca al-Quran, (b) Kisah Sejarah Inspiratif, (c) Wawasan Keislaman. Peran ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan, Peran Organisasi Pada Masa
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Muhadoroh membekali siswa dengan kemampuan berbicara di depan umum dan memperkuat interaksi sosial melalui kerja sama dan diskusi. Terakhir, hubungan positifMuhadoroh membekali siswa dengan kemampuan berbicara di depan umum dan memperkuat interaksi sosial melalui kerja sama dan diskusi. Terakhir, hubungan positif
UNDIKSHAUNDIKSHA Dengan demikian, Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran normatif, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam membentuk karakterDengan demikian, Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai mata pelajaran normatif, tetapi juga sebagai wahana strategis dalam membentuk karakter
YAYASANBHZYAYASANBHZ Pendidikan karakter di era digital menjadi kebutuhan penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi perilaku, moral, dan interaksiPendidikan karakter di era digital menjadi kebutuhan penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi perilaku, moral, dan interaksi
UNYUNY Selain itu, AI berperan dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan pembelajaran mandiri. Namun, ditemukan juga tantanganSelain itu, AI berperan dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan pembelajaran mandiri. Namun, ditemukan juga tantangan
UINSAIDUINSAID Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berperan sentral dalam pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, hormat kepadaPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berperan sentral dalam pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, hormat kepada
UNYUNY Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada level kampus di UniversitasPendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada level kampus di Universitas
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Metode ini melibatkan pengumpulan dan pengolahan data dari 4 kriteria yang terdiri dari Pedagogik, Profesionalitas, Kepribadian, dan Sosial. Hasil penelitianMetode ini melibatkan pengumpulan dan pengolahan data dari 4 kriteria yang terdiri dari Pedagogik, Profesionalitas, Kepribadian, dan Sosial. Hasil penelitian
Useful /
IPM2KPEIPM2KPE Metode analisis isi diterapkan untuk mengklasifikasikan dan menganalisis data melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapatMetode analisis isi diterapkan untuk mengklasifikasikan dan menganalisis data melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat
DINIYAHDINIYAH Ketepatan sasaran program Kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal karena masih ada masyarakat yang tidak ikut serta dalam program. SosialisasiKetepatan sasaran program Kampung KB di Desa Semelinang Darat masih belum optimal karena masih ada masyarakat yang tidak ikut serta dalam program. Sosialisasi
UNDIKSHAUNDIKSHA Untuk mengatasinya, diperlukan dukungan sarana prasarana yang memadai, pelatihan guru, strategi pembelajaran yang partisipatif, serta penyesuaian mediaUntuk mengatasinya, diperlukan dukungan sarana prasarana yang memadai, pelatihan guru, strategi pembelajaran yang partisipatif, serta penyesuaian media
CAHAYA ICCAHAYA IC Penelitian ini bertujuan menemukan prosedur untuk mengembangkan modul pengajaran Kurikulum Merdeka mengenai materi kimia hijau dan menghasilkan produkPenelitian ini bertujuan menemukan prosedur untuk mengembangkan modul pengajaran Kurikulum Merdeka mengenai materi kimia hijau dan menghasilkan produk