UNPARUNPAR

JURNAL PENDIDIKANJURNAL PENDIDIKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa ditinjau dari aktivitas discovery learning dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential, penelitian ini memperoleh data kuantitatif dari observasi pelaksanaan discovery learning dan data kualitatif melalui tes tertulis serta wawancara mendalam terhadap dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti discovery learning dengan baik cenderung menunjukkan tahapan kemampuan berpikir reflektif matematis yang tinggi, mampu menunjukkan ketiga indikator (reacting, comparing, dan contemplating). Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir reflektif siswa meliputi aspek kognitif berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu pengetahuan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisis (C4), dan evaluasi (C5).

Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam pembelajaran discovery learning pada materi bentuk aljabar berkembang optimal ketika siswa mengikuti tahapan pembelajaran secara konsisten.Siswa mampu menunjukkan indikator reacting, comparing, dan contemplating melalui pemahaman soal, penentuan strategi, evaluasi hasil, dan penarikan kesimpulan yang tepat.Kemampuan ini terbentuk secara bertahap melalui keterlibatan aktif dalam setiap tahapan discovery learning.Secara internal, penguasaan ranah kognitif C1–C5 berperan dalam mendukung indikator berpikir reflektif.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh karakteristik siswa, seperti gaya belajar atau minat terhadap matematika, terhadap efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif. Hal ini penting untuk memahami apakah terdapat strategi pembelajaran yang lebih sesuai untuk kelompok siswa tertentu. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran guru dalam memfasilitasi proses berpikir reflektif siswa selama discovery learning. Investigasi ini dapat mengidentifikasi keterampilan dan strategi guru yang paling efektif dalam mendorong siswa untuk merefleksikan proses berpikir mereka dan membuat koneksi antar konsep matematika. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan instrumen penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan berpikir reflektif matematis siswa secara lebih akurat. Instrumen ini dapat mencakup tugas-tugas yang menuntut siswa untuk menjelaskan alasan mereka, mengevaluasi solusi alternatif, dan menggeneralisasi konsep matematika ke konteks baru. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa.

  1. Students’ Reflective Thinking Ability Based on Their Prior Knowledge in Solving Geometry Problems... doi.org/10.2991/assehr.k.211122.006StudentsAo Reflective Thinking Ability Based on Their Prior Knowledge in Solving Geometry Problems doi 10 2991 assehr k 211122 006
Read online
File size676.24 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test