UNPATTIUNPATTI

BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan TerapanBIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan

Latar Belakang: Rumput Laut Eucheuma cottonii merupakan makro alga yang hidup di laut, pada umumnya di dasar perairan dan menempel pada substrat atau benda lain dan juga hidupnya terapung di permukaan laut. Bagian – bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thalus yaitu bentuk–bentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Pertumbuhan rumput laut sangat tergantung dari faktor–faktor oseanografi (fisika, kimia, dan pergerakan atau dinamika air laut), rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi dan osmosis melalui dinding thallus. Metode: Berdasarkan hasil Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2011 maka di lakukan suatu kajian yang mendalam terkait dengan cara penanaman rumput laut Eucheuma cottonii dengan kedalaman yang berbeda – beda yakni 30 cm, 40 cm, dan 50 cm di daerah perairan pantai dusun kotania. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedalaman 30 cm pertumbuhannya sangat baik dibandingkan dengan kedalaman 40 cm dan 50 cm pertumbuhan kurang baik .Hal ini dapat di sebabkan karena keberadaan intensitas cahaya yang masuk di bagian permukaan air laut di bandingkan dengan bagian lebih dalam. Kesimpulan: Kedalaman yang baik untuk pertumbuhan rumput laut adalah 30 cm di bawah permukaan air laut dengan berat basah rata-rata selama 35 hari (5 minggu) adalah 160 gram.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii adalah 30 cm di bawah permukaan air laut.Pada kedalaman ini, rumput laut menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan berat basah rata-rata mencapai 160 gram selama 35 hari.Hasil ini mengindikasikan pentingnya faktor kedalaman dalam mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas rumput laut.Oleh karena itu, dalam kegiatan budidaya rumput laut, perlu diperhatikan faktor oseanografi, terutama kedalaman, untuk mencapai hasil yang optimal.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji lebih dalam pengaruh faktor-faktor oseanografi lainnya, seperti salinitas dan arus laut, terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii di Dusun Kotania. Selain itu, studi tentang interaksi antara rumput laut dengan biota laut lainnya, seperti ikan dan invertebrata, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang ekosistem perairan tersebut. Lebih lanjut, penelitian mengenai teknik budidaya yang inovatif, seperti penggunaan substrat buatan atau sistem budidaya terintegrasi, dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi rumput laut di wilayah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan industri rumput laut yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Read online
File size595.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test