UNPATTIUNPATTI

BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan TerapanBIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan

Ikan kawalinya (Selar leptolepis) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi tertangkap di perairan Maluku. Dari hasil ikan kawalinya (Selar leptolpis) lebih dari setengahnya dikonsumsi dalam bentuk segar. Proses penggaraman ikan sampai sekarang ini belum tertangani dengan baik, sehingga ikan dapat mengalami perubahan, baik itu perubahan sifat fisik maupun kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme sebelum proses penggaraman itu selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan waktu perendaman terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering. Objek dalam penelitian ini yaitu ikan kawalinya yang masih segar sebanyak 27 ekor. Tahap pembuatan ikan kawalinya asin kering kemudian dibagi menjadi 4 (empat) yaitu, menyiapkan daging ikan sesuai dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60%. Tahapan selanjutnya yaitu perendaman pada larutan garam selama 4 jam, 6 jam dan 8 jam, penirisan larutan garam dan pengeringan selama 2-3 hari menggunakan sinar matahari. Pengamatan meliputi penampakan, bau dan rasa dari ikan kawalinya asin kering. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk menilai organoleptik berdasarkan panelis dengan menggunakan skor-skor tertentu untuk kategori penampakan, bau dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Garam dan waktu perendaman mempengaruhi rasa kering ikan asin kawalinya. Garam konsentrasi dan waktu penyimpanan pada rasa kering ikan asin kawalinya yang terbaik adalah konsentrasi garam dari 40%, dengan waktu perendaman 4 jam dan 6 jam, diikuti dengan konsentrasi garam dari 60%, dengan waktu perendaman 4 jam dan 6 jam dan konsentrasi 20 % dengan waktu perendaman 4 jam dan 6 jam.

Konsentrasi garam dan waktu perendaman berpengaruh terhadap cita rasa ikan kawalinya asin kering.Konsentrasi garam dan waktu perendaman yang terbaik untuk menghasilkan ikan kawalinya asin kering dengan cita rasa yang baik adalah konsentrasi garam 40% dengan waktu perendaman 6 jam.Penanganan yang tepat dalam proses penggaraman ikan kawalinya dapat meningkatkan kualitas dan daya simpan produk.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis garam yang digunakan terhadap cita rasa dan kualitas ikan kawalinya asin kering, karena penggunaan garam yang berbeda dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan mineral dalam produk. Kedua, penelitian tentang pengaruh kombinasi antara konsentrasi garam, waktu perendaman, dan metode pengeringan (misalnya, pengeringan dengan energi surya atau pengeringan konvensional) terhadap kualitas ikan kawalinya asin kering dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian mengenai potensi penambahan bahan alami (seperti ekstrak rempah-rempah atau antioksidan alami) ke dalam larutan garam untuk meningkatkan cita rasa, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai gizi ikan kawalinya asin kering juga sangat menarik untuk dieksplorasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh formulasi pengolahan ikan kawalinya asin kering yang optimal, menghasilkan produk berkualitas tinggi, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan di wilayah Maluku.

Read online
File size318.32 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test