UMSRAPPANGUMSRAPPANG

MALLOMO: Journal of Community ServiceMALLOMO: Journal of Community Service

Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai budaya 3S dalam pengelolaan keuangan daerah melalui program magang. Karya tulis mengeksplorasi penerapan dan dampak penguatan nilai 3S (Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi) dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Parepare. Metode yang digunakan dalam karya tulis ini mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang di instansi Badan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kota Parepare. Hasil menunjukkan bahwa penerapan nilai budaya 3S yaitu: pegawai saling menghargai pendapat dan kontribusi satu sama lain dengan menjalin kerja sama dan komunikasi yang efektif sehingga tercipta lingkungan kerja yang positif; terdapat mekanisme saling mengingatkan dalam pelaksanaan tugas, yang meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab masing-masing; kerja sama antar pegawai terlihat jelas dalam penyelesaian proyek-proyek keuangan, di mana mereka saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Program ini juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya budaya lokal dalam konteks pemerintahan. Penguatan nilai budaya 3S (Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi) tidak hanya relevan tetapi juga sangat penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah di Kota Parepare.

Penguatan nilai budaya 3S (Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi) tidak hanya relevan tetapi juga sangat penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah di Kota Parepare.Dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam praktik pemerintahan sehari-hari, diharapkan akan tercipta pemerintahan yang lebih akuntabel, transparan, dan responsive.Program magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik terbaik di lapangan, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya budaya lokal dalam konteks pemerintahan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur secara kuantitatif dampak penerapan nilai budaya 3S terhadap kinerja keuangan daerah, dengan menggunakan indikator-indikator yang terukur seperti efisiensi anggaran, transparansi, dan akuntabilitas. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai 3S dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen kinerja pegawai di sektor publik, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penerapan nilai budaya 3S di berbagai daerah di Indonesia, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih efektif dan berkeadilan.

  1. Implementasi Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Kearifan Lokal | Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi... jurnal.polinema.ac.id/index.php/JRAAM/article/view/1440Implementasi Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Kearifan Lokal Jurnal Riset dan Aplikasi Akuntansi jurnal polinema ac index php JRAAM article view 1440
  2. Kekuatan Budaya Lokal: Menjelajahi 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’) sebagai Simbol... doi.org/10.12928/mms.v4i2.8105Kekuatan Budaya Lokal Menjelajahi 3S Sipakatau Sipakalebbi dan SipakaingeAo sebagai Simbol doi 10 12928 mms v4i2 8105
Read online
File size374.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test