UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Penyiraman yang tepat merupakan faktor penting dalam budidaya tanaman kacang tanah, terutama karena kebutuhan air yang berbeda pada setiap fase pertumbuhan. Sistem penyiraman manual sering menyebabkan ketidaktepatan jumlah air, pemborosan sumber daya, serta ketergantungan pada pengamatan visual yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor soil moisture kapasitif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan akurasi pemantauan kelembaban tanah. Metode pengujian dilakukan melalui kalibrasi sensor menggunakan nilai air value dan water value, pengujian pembacaan analog dalam rentang 0-1023, serta evaluasi respon sistem terhadap perubahan kelembaban tanah selama tiga jam pada kondisi tanah aktual. Hasil menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi kelembaban tanah dengan akurasi tinggi, dengan selisih pembacaan manual sebesar 0%. Sistem kontrol berhasil mengaktifkan pompa ketika kelembaban turun di bawah 30% dan menghentikannya pada nilai di atas 60%, sesuai dengan parameter kelembaban ideal 40-60% untuk kacang tanah. Pengujian keseluruhan menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja stabil dan responsif dalam mendeteksi kondisi kering maupun lembap, dengan rata-rata kelembaban tanah 14,67% saat kering dan 51,25% saat basah. Hasil ini membuktikan bahwa sistem IoT yang dirancang efektif dalam mengotomatisasi penyiraman serta memberikan monitoring waktu nyata bagi pengguna.

Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor soil moisture kapasitif untuk mendukung kebutuhan irigasi tanaman kacang tanah.Berdasarkan hasil kalibrasi menggunakan air value dan water value, sensor soil moisture mampu memberikan pembacaan kelembaban dengan akurasi tinggi, ditunjukkan oleh tidak adanya selisih signifikan antara pembacaan OLED dan perhitungan manual.Pengujian performa sistem menunjukkan bahwa mekanisme kontrol berbasis ambang batas bekerja dengan stabil, ditandai dengan aktivasi pompa pada kelembaban <30% serta penghentian pada nilai >60%, sesuai rentang kelembaban ideal tanaman kacang tanah.Rata-rata nilai kelembaban pada kondisi kering sebesar 14,67% dan kondisi basah sebesar 51,25% mengonfirmasi bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kondisi tanah dan merespons secara tepat melalui operasi pompa otomatis.Integrasi IoT melalui Blynk Cloud juga berjalan efektif, memungkinkan pemantauan kondisi tanah dan status pompa secara real-time serta memastikan fungsi kontrol manual dan otomatis dapat diakses pengguna dari jarak jauh.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: 1. Mengembangkan algoritma kontrol adaptif atau logika fuzzy untuk mengurangi potensi overshoot kelembaban akibat durasi penyiraman yang tetap. 2. Melakukan kalibrasi sensor soil moisture berdasarkan jenis tanah yang berbeda untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas data. 3. Menambahkan sensor pendukung seperti suhu tanah atau tensiometer untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan akurat. Integrasi multi-sensor dapat meningkatkan stabilitas data dan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat. 4. Menerapkan model prediksi berbasis machine learning untuk estimasi kebutuhan air tanaman kacang tanah, sehingga sistem dapat menyesuaikan durasi penyiraman secara adaptif berdasarkan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. 5. Mengembangkan sistem monitoring iklim mikro berbasis IoT yang terintegrasi dengan sistem penyiraman otomatis, sehingga dapat memberikan informasi lebih lengkap mengenai kondisi lingkungan sekitar tanaman, seperti suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya matahari. 6. Melakukan studi komparatif antara sistem penyiraman otomatis berbasis IoT dengan sistem konvensional untuk menganalisis efektivitas, efisiensi, dan dampak ekonomi dari penerapan teknologi IoT dalam budidaya tanaman kacang tanah. 7. Menganalisis dampak sosial dan penerimaan petani terhadap sistem penyiraman otomatis berbasis IoT, serta memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani mengenai manfaat dan cara penggunaan sistem ini.

  1. IoT Prototype System of Flood Detection at Housing Pondok Gede | TEPIAN. iot prototype system flood detection... doi.org/10.51967/tepian.v3i2.1005IoT Prototype System of Flood Detection at Housing Pondok Gede TEPIAN iot prototype system flood detection doi 10 51967 tepian v3i2 1005
  2. Model Decision Tree Forecasting Berbasis DHT22 pada Smart Hydroponic Microgreen | Journal of Telecommunication... journal.ittelkom-pwt.ac.id/index.php/jtece/article/view/1218Model Decision Tree Forecasting Berbasis DHT22 pada Smart Hydroponic Microgreen Journal of Telecommunication journal ittelkom pwt ac index php jtece article view 1218
  3. HUBUNGAN PERUBAHAN CUACA DENGAN INDEKS KECERAHAN MATAHARI, SUHU LINGKUNGAN DAN KELEMBAPAN UDARA DI DESA... ejournals.umma.ac.id/index.php/karts/article/view/929HUBUNGAN PERUBAHAN CUACA DENGAN INDEKS KECERAHAN MATAHARI SUHU LINGKUNGAN DAN KELEMBAPAN UDARA DI DESA ejournals umma ac index php karts article view 929
Read online
File size752.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test