UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Penelitian ini menganalisis perbaikan hotspot dalam sistem kelistrikan di UPT Cawang dengan membandingkan dua metode perbaikan, yaitu PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) dan offline (tidak bertegangan), melalui analisis hasil thermovisi. Hotspot pada titik sambungan klem dan konduktor dapat menyebabkan kerusakan serius jika tidak segera ditangani, mengurangi keandalan sistem, dan meningkatkan risiko pemadaman listrik. Metode offline dapat menyebabkan rugi-rugi daya dan gangguan layanan, sedangkan PDKB memungkinkan perbaikan dilakukan tanpa mematikan sistem, meskipun membutuhkan teknik dan alat khusus. Penelitian ini menggunakan analisis ΔT suhu untuk mengevaluasi keparahan hotspot, menghitung gain saving dari metode PDKB, dan menganalisis rugi-rugi daya pada metode offline. Data thermovisi dari GI Cibubur dan GI Jatirangon menunjukkan ΔT tinggi pada beberapa fase, menandakan perlunya perbaikan sesuai standar PLN. Perbaikan menggunakan PDKB di GI Cibubur menurunkan suhu dari 59 °C menjadi 35,7 °C dengan memadamkan tegangan, sementara perbaikan offline di GI Jatirangon menurunkan suhu dari 62 °C menjadi 39,9 °C pada Fasa R dan 57 °C menjadi 40,2 °C pada Fasa S tanpa memadamkan tegangan. Analisis gain saving menunjukkan metode PDKB menghemat energi sebesar 694.440 kWh, sedangkan metode offline menyebabkan kerugian daya sebesar 285.260 kWh, menyoroti keuntungan ekonomis dari PDKB dibandingkan kerugian pada metode offline.

Dari hasil analisis thermovisi, hotspot pada GI Jatirangon dan GI Cibubur menunjukkan ΔT yang bervariasi di tiap fase, menandakan perlunya perbaikan pada fase bertegur tinggi.Perbaikan PDKB di GI Jatirangon berhasil menurunkan suhu hotspot secara signifikan dan menghasilkan penghematan energi sebesar 694.440 kWh, sedangkan perbaikan offline di GI Cibubur mengakibatkan rugi daya sebesar 285.Manfaat ekonomis dan operasional dari PDKB menonjol dibandingkan metode offline, sehingga disarankan penerapan PDKB lebih luas untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan.

1) Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi penerapan metode PDKB pada jaringan distribusi skala lebih kecil, seperti gardu induk 33 kV, untuk membandingkan efektivitas dan biaya operasional antara skala high‑voltage dan low‑voltage. 2) Kajian makro tentang dampak regulasi tarif listrik terhadap insentif penerapan PDKB di sektor PLN perlu dikembangkan, mengingat peningkatan penghematan energi dapat memperkuat argumen kebijakan tarif berbasis kinerja. 3) Analisis jangka panjang tentang dampak pemeliharaan hotspot secara PDKB pada umur peralatan dan keandalan jaringan dapat membangun basis data historis, membantu perencanaan preventive maintenance yang lebih terukur.

  1. Protecting Overhead Transmission Lines (OHL) from Hot Spots Using Dynamic Line Rating (DLR) Calculations... ieeexplore.ieee.org/document/9171751Protecting Overhead Transmission Lines OHL from Hot Spots Using Dynamic Line Rating DLR Calculations ieeexplore ieee document 9171751
Read online
File size328.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test