UMRAHUMRAH

Journal of Innovation and TechnologyJournal of Innovation and Technology

Penelitian ini mengevaluasi kinerja pemutus tenaga 20 kV dengan menganalisis resistansi isolasi, resistansi kontak, sinkronisasi kontak, arus bocor, dan rugi daya. Analisis resistansi isolasi menunjukkan bahwa fase R dan S tidak menunjukkan peningkatan signifikan setelah perawatan, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,065 dan 0,166, sedangkan fase T menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai signifikansi 0,048. Pengukuran resistansi kontak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik setelah perawatan, dengan nilai signifikansi 0,209, 0,243, dan 0,155 untuk fase R, S, dan T. Sinkronisasi kontak dalam kondisi terbuka tidak mengalami variasi signifikan, namun dalam kondisi tertutup, semua fase menunjukkan penurunan signifikan dalam sinkronisasi setelah perawatan, dengan nilai signifikansi 0,003, 0,013, dan 0,007. Analisis arus bocor pada tegangan fasa ke tanah 20 kV menunjukkan arus bocor tertinggi sebesar 0,297 mA pada penyulang Eks Sumberejo, jauh di bawah ambang batas 20 mA. Perhitungan rugi daya menunjukkan rugi daya tertinggi pada penyulang Depati Hamzah sebesar 69,87 W, dan terendah pada penyulang Eks Transmart sebesar 0,376 W. Evaluasi rugi energi menunjukkan penyulang Depati Hamzah mengalami kerugian tertinggi sebesar 48,317 kWh, sedangkan penyulang Eks Transmart sebesar 0,278 kWh. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan rutin dan perawatan yang ditargetkan untuk meningkatkan keandalan pemutus tenaga, mengoptimalkan efisiensi operasional, dan meminimalkan kerugian energi pada jaringan listrik tegangan tinggi.

Evaluasi kinerja pemutus tenaga 20 kV berdasarkan resistansi isolasi, resistansi kontak, sinkronisasi kontak, arus bocor, dan rugi daya memberikan wawasan penting mengenai keandalan operasional.Resistansi isolasi menunjukkan peningkatan signifikan hanya pada fase T setelah perawatan, sedangkan fase R dan S tidak menunjukkan perbaikan signifikan.Tidak ada penurunan signifikan pada resistansi kontak untuk semua fase, namun terjadi penurunan signifikan pada sinkronisasi kontak dalam kondisi tertutup.Rugi daya dan rugi energi tertinggi terjadi pada penyulang Depati Hamzah, sedangkan terendah pada penyulang Eks Transmart, yang menunjukkan perlunya strategi perawatan yang ditargetkan untuk meningkatkan efisiensi dan memperpanjang umur operasional pemutus tenaga di jaringan listrik tegangan tinggi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki faktor-faktor spesifik yang menyebabkan perbedaan efektivitas perawatan antar fase, khususnya mengapa fase T menunjukkan peningkatan resistansi isolasi yang signifikan sementara fase R dan S tidak, agar dapat dikembangkan strategi perawatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing fase. Kedua, penting untuk mengeksplorasi penyebab penurunan sinkronisasi kontak dalam kondisi tertutup setelah perawatan melalui studi dinamika mekanis komponen switching, sehingga dapat dirancang prosedur perawatan yang tidak mengganggu presisi waktu penutupan kontak. Ketiga, perlu dilakukan penelitian pemantauan jangka panjang terhadap hubungan antara beban penyulang, perubahan resistansi kontak seiring waktu, dan akumulasi rugi energi, untuk membangun model prediktif yang dapat mengidentifikasi penyulang berisiko tinggi secara dini dan mengoptimalkan jadwal perawatan berbasis kondisi. Penelitian-penelitian ini akan membantu menyempurnakan strategi pemeliharaan, meningkatkan keandalan sistem, dan mengurangi kerugian energi secara lebih efektif dibandingkan pendekatan rutin yang saat ini digunakan.

Read online
File size427.94 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test