USMUSM
ElektrikaElektrikaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja motor listrik sebagai penggerak utama pada sistem mekanik berbasis kelistrikan di lingkungan industri, khususnya pada sistem kompresor udara di Depo Kereta Api Blitar. Penurunan performa motor akibat faktor operasional dan lingkungan dapat berdampak pada efisiensi energi serta keandalan sistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja motor induksi tiga fasa melalui analisis parameter kelistrikan dan mekanik guna mengetahui tingkat efisiensi dan kondisi operasional motor. Metodologi yang digunakan meliputi pengukuran langsung terhadap parameter seperti daya input, daya output, arus, tegangan, faktor daya (cos φ), dan kecepatan putar (RPM), kemudian dilakukan perhitungan efisiensi serta rugi-rugi daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor masih beroperasi dalam kondisi yang cukup baik, namun terdapat indikasi penurunan efisiensi akibat rugi-rugi daya yang terjadi selama operasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi berkala sangat diperlukan untuk menjaga performa motor dan mencegah kerusakan dini. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan analisis praktis sebagai dasar pemeliharaan prediktif dan peningkatan efisiensi energi pada sistem industri berbasis motor listrik.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kinerja motor induksi tiga fasa pada sistem kompresor udara di Depo Kereta Api Blitar secara umum masih berada dalam kondisi operasional yang baik, namun belum sepenuhnya optimal dalam aspek efisiensi dan kestabilan performa.Temuan penelitian menunjukkan bahwa motor cenderung beroperasi pada kondisi beban tinggi yang berdampak pada meningkatnya konsumsi energi serta memicu terjadinya fluktuasi kinerja selama periode pengujian.Variasi efisiensi yang terjadi mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari faktor eksternal, seperti perubahan beban operasional, kualitas tegangan suplai, serta nilai faktor daya yang belum optimal.Karakteristik kecepatan putar dan slip motor menunjukkan bahwa motor bekerja mendekati kondisi beban penuh, yang secara teoritis berkontribusi terhadap peningkatan rugi-rugi daya dalam sistem.Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi kinerja motor secara berkala sebagai upaya untuk menjaga efisiensi energi dan keandalan sistem.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyajian analisis komprehensif berbasis data lapangan yang dapat menjadi referensi dalam pengelolaan dan optimasi kinerja motor induksi tiga fasa pada aplikasi industri, khususnya pada sistem kompresor udara di lingkungan perkeretaapian.
Untuk meningkatkan kinerja motor induksi tiga fasa pada sistem kompresor udara di Depo Kereta Api Blitar, disarankan untuk melakukan perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor bank, mengatur beban operasional agar motor bekerja mendekati titik beban optimal, melakukan pemeliharaan rutin pada sistem mekanis seperti bearing dan sistem pendinginan untuk mengurangi rugi-rugi mekanis, serta melakukan monitoring berkala untuk mendeteksi penurunan performa sejak dini. Dengan melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, diharapkan motor induksi tiga fasa dapat beroperasi lebih efisien, andal, dan memiliki umur pakai yang lebih panjang, sehingga mendukung kelancaran operasional di Depo Kereta Api Blitar.
- Electric Motors - Electrical Energy Efficiency - Wiley Online Library. electric motors electrical energy... doi.org/10.1002/9781119990048.ch7Electric Motors Electrical Energy Efficiency Wiley Online Library electric motors electrical energy doi 10 1002 9781119990048 ch7
- Improving the efficiency and quality of the technological process of repairing traction motors by reducing... e3s-conferences.org/10.1051/e3sconf/202340204003Improving the efficiency and quality of the technological process of repairing traction motors by reducing e3s conferences 10 1051 e3sconf 202340204003
- 0. 0 spiedigitallibrary.org/conference-proceedings-of-spie/12983/3017714/Efficiency-analysis-of-motor-by-B-method-at-different-voltages/10.1117/12.3017714.full0 0 spiedigitallibrary conference proceedings of spie 12983 3017714 Efficiency analysis of motor by B method at different voltages 10 1117 12 3017714 full
- The Three Phase Induction Motor Test Using MATLAB 2021b/SIMULINK at Bukit Energi Servis Terpadu, Ltd... journal.gpp.or.id/index.php/ijrvocas/article/view/84The Three Phase Induction Motor Test Using MATLAB 2021b SIMULINK at Bukit Energi Servis Terpadu Ltd journal gpp index php ijrvocas article view 84
| File size | 692.88 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMGUMG Hasil menunjukkan beban rata-rata 967,05 kW dengan puncak 1. 500,23 kW, power factor konsisten 0,98 dan load factor 64,5. Efisiensi transformator beradaHasil menunjukkan beban rata-rata 967,05 kW dengan puncak 1. 500,23 kW, power factor konsisten 0,98 dan load factor 64,5. Efisiensi transformator berada
PELITABANGSAPELITABANGSA Tanpa adanya pemantauan secara real-time, pelaku UMKM sulit mengidentifikasi pemborosan energi yang berdampak pada pembengkakan biaya. Penelitian ini bertujuanTanpa adanya pemantauan secara real-time, pelaku UMKM sulit mengidentifikasi pemborosan energi yang berdampak pada pembengkakan biaya. Penelitian ini bertujuan
PELITABANGSAPELITABANGSA Kondisi ini menunjukkan perlunya fasilitas penelitian yang tidak hanya mendukung kegiatan ilmiah, tetapi juga berperan dalam pemulihan dan pengelolaanKondisi ini menunjukkan perlunya fasilitas penelitian yang tidak hanya mendukung kegiatan ilmiah, tetapi juga berperan dalam pemulihan dan pengelolaan
PELITABANGSAPELITABANGSA Arsitektur responsif iklim merupakan jalur yang efektif dan peka terhadap konteks menuju implementasi desain hijau, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutanArsitektur responsif iklim merupakan jalur yang efektif dan peka terhadap konteks menuju implementasi desain hijau, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan
UNTARUNTAR Berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), strategi Strength-Opportunities (SO) terpilih sebagai usulan utama dengan bobot tertinggi (4. 62),Berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), strategi Strength-Opportunities (SO) terpilih sebagai usulan utama dengan bobot tertinggi (4. 62),
UNESAUNESA Pemilihan protokol harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik aplikasi WSN, apakah memprioritaskan efisiensi energi, pengiriman data yang cepat, masaPemilihan protokol harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik aplikasi WSN, apakah memprioritaskan efisiensi energi, pengiriman data yang cepat, masa
Tel-UTel-U Meskipun Kota Bandung begitu kaya akan seni, masalah yang dihadapi adalah kurangnya gedung pertunjukkan yang sesuai dan memadai. Hal ini menjadi masalahMeskipun Kota Bandung begitu kaya akan seni, masalah yang dihadapi adalah kurangnya gedung pertunjukkan yang sesuai dan memadai. Hal ini menjadi masalah
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Untuk memenuhi semua permintaan energi pada setiap sektor, dalam segi penyediaan energi negara Indonesia masih mengutamakan proses impor terutama padaUntuk memenuhi semua permintaan energi pada setiap sektor, dalam segi penyediaan energi negara Indonesia masih mengutamakan proses impor terutama pada
Useful /
USMUSM 44 ms, sedangkan rata-rata waktu pengiriman notifikasi ke pengguna adalah 0. 89 detik. Sistem mampu beroperasi hingga 1 km dengan nilai RSSI sebesar -10544 ms, sedangkan rata-rata waktu pengiriman notifikasi ke pengguna adalah 0. 89 detik. Sistem mampu beroperasi hingga 1 km dengan nilai RSSI sebesar -105
USMUSM 863 citra dengan dua kelas: Normal (1. 583 citra) dan Pneumonia (4. 280 citra). Pipeline preprocessing meliputi konversi grayscale, peningkatan kontras863 citra dengan dua kelas: Normal (1. 583 citra) dan Pneumonia (4. 280 citra). Pipeline preprocessing meliputi konversi grayscale, peningkatan kontras
USMUSM Nilai kualitas tegangan setelah dilakukannya uprating penghantar penyulang Kaonak berdasarkan simulasi ETAP yaitu sebesar 96,3% dan mengalami kenaikanNilai kualitas tegangan setelah dilakukannya uprating penghantar penyulang Kaonak berdasarkan simulasi ETAP yaitu sebesar 96,3% dan mengalami kenaikan
UNESAUNESA 2 ± 3. 4 to 22. 5 ± 4. 1 repetitions, p < 0. 001) and sit-up tests (from 20. 1 ± 4. 2 to 28. 3 ± 5. 0 repetitions, p < 0. 001). On the other hand,2 ± 3. 4 to 22. 5 ± 4. 1 repetitions, p < 0. 001) and sit-up tests (from 20. 1 ± 4. 2 to 28. 3 ± 5. 0 repetitions, p < 0. 001). On the other hand,