UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)

Industri manufaktur memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan, salah satunya berasal dari proses produksi carbon rod. PT. XYZ sebagai produsen carbon rod menghadapi tantangan dalam mengelola emisi CO₂ dan limbah padat secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan dan merumuskan strategi Green Manufacturing yang tepat guna mendukung pengelolaan limbah dan emisi secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas berdasarkan kriteria ISO 14001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling tepat adalah strategi Strength–Opportunity (SO) dengan total bobot 4.62, yaitu mengoptimalkan fasilitas proses baking serta bekerja sama dengan mitra pengolah limbah tersertifikasi untuk mengurangi emisi dan dampak lingkungan dari proses produksi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi energi tinggi dari listrik dan gas alam merupakan penyumbang utama emisi CO2 serta limbah padat yang belum terkelola optimal di PT.Melalui analisis SWOT, diidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal yang mengarah pada empat alternatif strategi Green Manufacturing.Berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), strategi Strength-Opportunities (SO) terpilih sebagai usulan utama dengan bobot tertinggi (4.62), yang menekankan optimalisasi fasilitas pembakaran dan kerja sama dengan mitra pengolah limbah tersertifikasi.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi strategi Green Manufacturing terbaik bagi PT. XYZ, yaitu strategi SO yang menekankan optimalisasi fasilitas pembakaran dan kerja sama dengan mitra pengolah limbah tersertifikasi. Namun, penelitian selanjutnya dapat lebih mendalam dengan fokus pada beberapa arah penting. Pertama, bagaimana dampak nyata dan terukur dari implementasi strategi SO, khususnya terhadap pengurangan emisi CO2 dan volume limbah padat, serta efisiensi biaya secara berkelanjutan? Studi lanjutan bisa merancang kerangka kerja pengukuran kinerja lingkungan yang komprehensif setelah penerapan strategi ini, mungkin menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak dari hulu ke hilir. Kedua, mengingat adanya kelemahan berupa belum tersedianya sistem daur ulang limbah karbon B3 dan potensi teknologi pemantauan emisi digital, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi secara spesifik kelayakan teknis dan ekonomis dari teknologi daur ulang limbah karbon yang inovatif atau sistem penangkap karbon canggih untuk mengurangi limbah B3 dan emisi. Ini bisa berupa studi komparatif berbagai teknologi yang relevan dengan jenis limbah PT. XYZ. Ketiga, untuk mengatasi kelemahan ketiadaan sistem kontrol otomatisasi dan minimnya evaluasi berkala, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang merancang dan mengembangkan sebuah sistem monitoring dan kontrol otomatis terintegrasi. Sistem ini tidak hanya memantau konsumsi energi dan emisi secara real-time, tetapi juga mampu mengoptimalkan proses pembakaran secara adaptif untuk mencapai efisiensi energi dan lingkungan maksimal. Rancangan prototipe sistem cerdas ini bisa menjadi landasan bagi operasional yang lebih hijau dan efisien di masa depan, memastikan PT. XYZ tidak hanya merumuskan strategi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dengan dukungan teknologi terkini secara berkelanjutan.

Read online
File size418.25 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test