UMGUMG

E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan InformatikaE-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika

Keselamatan di jalan adalah hak dan kewajiban kita sebagai pengguna jalan, dimana kita harus menjaga diri kita sendiri dan orang lain. Pengguna jalan harus memahami peraturan yang berlaku dan kondisi fisik kendaraannya sebelum dikemudikan. Pada kenyataannya hal tersebut sulit tercapai karena tingkat kecelakaan yang masih tinggi. Salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kendaraan yang tidak berkeselamatan dikarenakan ketidaktahuan pengemudi akan tata cara berkendara yang berkeselamatan dan teknologi kendaraan yang dikemudikannya. Masalah yang sering terjadi yaitu panas yang berlebih (overheating) pada sistem pengereman sehingga terjadi kegagalan dalam memperlambat laju kendaraan (fading). Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas maka kami membuat prototipe alat otomatisasi pengereman kendaraan bermotor supaya dapat meminimalisir kegagalan dalam pengereman kendaraan bermotor sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan. Metode yang digunakan alat ini adalah mengurangi kecepatan kendaraan berdasarkan suhu di tromol dan kecepatan kendaraan dengan menahan putaran propeller shaft menggunakan besaran medan magnet. Sistem kontroller ini dirancang menggunakan mikrokontroller Arduino Uno, Sensor Suhu Non Contact MLX90614 GY-906, Sensor IR Infrared Barrier Obstacle Avoidance untuk speedometer yang akan bekerja dengan menggunakan analisa Fuzzy Logic. Rancang bangun ini bekerja berdasarkan analisa suhu dan kecepatan kendaraan, apabila suhu dan kecepatan tertentu tercapai maka akan mengalirkan arus listrik pada stator dengan menahan putaran rotor propeller sehingga putaran propeller kendaraan akan berputar lambat.

Sistem rancang bangun alat otomatisasi pengereman ini masih memiliki kekurangan dalam hal stabilitas pembacaan data sensor dan membutuhkan sensor yang lebih akurat untuk keandalan alat.Pemilihan jenis sensor yang tepat juga penting untuk diaplikasikan pada kendaraan terkait kekuatan dan ketahanannya.Alat ini masih berupa rancang bangun dan memerlukan penelitian lebih lanjut jika akan diaplikasikan pada kendaraan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan sensor yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan suhu dan kecepatan, sehingga sistem pengereman dapat bekerja lebih optimal dan mencegah terjadinya kegagalan pengereman. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengujian sistem ini pada berbagai kondisi jalan dan cuaca, untuk memastikan keandalannya dalam situasi yang berbeda. Ketiga, pengembangan sistem kontrol yang lebih cerdas dengan memanfaatkan algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat meningkatkan kinerja sistem pengereman secara signifikan, misalnya dengan memprediksi potensi overheating berdasarkan pola penggunaan kendaraan dan kondisi lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keselamatan berkendara dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Read online
File size1.24 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test