POLNAMPOLNAM

JURNAL SIMETRIKJURNAL SIMETRIK

Berlatar belakang karena risiko dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti keterlambatan proyek, proyek tidak selesai (ditinggalkan), kecelakaan kerja dan lain sebagainya sehingga penelitian dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen risiko pada pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat. Hasil Analisa menunjukkan terdapat 30 risiko yang termasuk kedalam tingkat risiko medium, berdasarkan hasil olahan kuesioner dari ke 30 risiko tersebut ditemukan 1 variabel risiko yang dinyatakan dominan dengan tingkat probabilitas sebesar 66,03%, sedangkan berdasarkan hasil wawancara risiko yang paling berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat tinggi yaitu risiko material. Respon risiko medium dominan yang berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi ialah dengan memonitoring cuaca, melakukan CCO, menghimbau kepada pemerintah terhadap penentuan spesifikasi.

Berdasarkan penyelesaian penelitian dan analisis mendalam terhadap data yang terkumpul, dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut.pertama, bahwa setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, ditemukan bahwa semua variabel risiko telah terbukti valid dan reliabel.Selanjutnya, variabel risiko tersebut diklasifikasikan menjadi 8 Variabel yakni Force Majeure, Material, Peralatan, Tenaga Kerja, Konstruksi, Desain dan Teknologi, Manajemen, Dampak Lingkungan.Kedua, Hasil Analisa menunjukkan terdapat 30 risiko yang termasuk kedalam tingkat risiko medium, berdasarkan hasil olahan kuesioner dari ke 30 risiko tersebut ditemukan 1 variabel risiko yang dinyatakan dominan dengan tingkat probabilitas sebesar 66,03%.Ketiga, Sedangkan berdasarkan hasil wawancara risiko yang paling berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi khususnya bangunan bertingkat tinggi yaitu risiko material.Respon risiko medium dominan yang berpengaruh terhadap pembangunan proyek konstruksi ialah dengan memonitoring cuaca, melakukan CCO, menghimbau kepada pemerintah terhadap penentuan spesifikasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi risiko material, seperti kualitas bahan baku, rantai pasokan, dan praktik penyimpanan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan strategi mitigasi yang lebih efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi risiko yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan data historis, kondisi lingkungan, dan faktor-faktor eksternal lainnya. Model ini dapat membantu para pengambil keputusan dalam mengantisipasi potensi risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknologi digital, seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), dalam pengelolaan risiko konstruksi. Teknologi ini dapat memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi proyek, memfasilitasi pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta meningkatkan efisiensi operasional.

  1. Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Pembangunan Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat | Setyawan | Matriks... doi.org/10.20961/mateksi.v10i3.58566Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Pembangunan Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Setyawan Matriks doi 10 20961 mateksi v10i3 58566
  2. MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UIN WALISONGO TAHUN 2021 | Afiq | Akselerasi... jurnal.unsil.ac.id/index.php/akselerasi/article/view/3561MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UIN WALISONGO TAHUN 2021 Afiq Akselerasi jurnal unsil ac index php akselerasi article view 3561
Read online
File size280.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test