UNSURYAUNSURYA

JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRIJURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Pengukuran suhu yang akurat sangat penting dalam aplikasi pemantauan ruang penyimpanan, sehingga diperlukan sensor dengan akurasi dan kestabilan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi dan stabilitas lima sensor suhu digital—DHT11, DHT22, DS18B20, BMP085, dan BMP280—dengan membandingkan hasilnya terhadap termometer air raksa bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai acuan. Pengujian dilakukan pada lingkungan indoor dan outdoor dengan bantuan NodeMCU ESP8266, menggunakan pengambilan data berulang untuk menilai konsistensi hasil. Analisis dilakukan berdasarkan selisih pengukuran rata-rata dan persentase error. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi indoor, sensor BMP280 memiliki akurasi tertinggi dengan rata-rata selisih 0,52 °C dan error 2,0%, sedangkan pada kondisi outdoor, sensor DS18B20 memberikan kinerja paling akurat dan stabil dengan selisih terendah hingga 0,4 °C pada beberapa titik uji. Sensor DHT11 dan DHT22 masih layak digunakan untuk aplikasi sederhana dengan toleransi akurasi rendah, sementara BMP085 menunjukkan performa paling rendah baik dari segi akurasi maupun konsistensi. Temuan ini memberikan referensi bagi pengguna dalam memilih sensor suhu yang tepat berdasarkan kebutuhan aplikasi dan kondisi lingkungan.

Setiap sensor suhu digital menunjukkan karakteristik performa yang berbeda tergantung pada kondisi lingkungan.Di lingkungan indoor, BMP280 merupakan sensor dengan akurasi tertinggi, sehingga cocok untuk aplikasi pemantauan suhu pada ruang penyimpanan yang stabil.Di lingkungan outdoor, DS18B20 lebih unggul dalam hal akurasi dan kestabilan, menjadikannya pilihan utama untuk aplikasi luar ruangan.

Penelitian lanjutan dapat menguji performa jangka panjang dari sensor DS18B20 dan BMP280 dalam kondisi ekstrem, seperti suhu sangat tinggi atau rendah, untuk mengetahui ketahanan dan stabilitasnya dalam penggunaan berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh kelembapan udara terhadap akurasi sensor-sensor tersebut, terutama dalam lingkungan tropis yang lembap, agar pemilihan sensor bisa lebih tepat berdasarkan parameter lingkungan ganda. Terakhir, disarankan untuk membandingkan sensor-sensor ini dengan generasi terbaru atau sensor yang telah dikalibrasi ulang, untuk melihat apakah peningkatan teknologi memberikan perbedaan signifikan dalam akurasi dan keandalan di berbagai kondisi aplikasi nyata.

  1. Prototipe Alat monitoring Suhu dan Kelembaban pada Rumah Penyimpan Tembakau Berbasis Internet of Thing... ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpm/article/view/853Prototipe Alat monitoring Suhu dan Kelembaban pada Rumah Penyimpan Tembakau Berbasis Internet of Thing ejournal tsb ac index php jpm article view 853
Read online
File size373.12 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test