UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

Briket arang merupakan salah satu alternatif bahan bakar ramah lingkungan yang dapat diproduksi dari limbah biomassa seperti sekam padi dan daun jati. Namun, proses pemotongan briket secara manual menyebabkan ketidakkonsistenan ukuran, yang dapat mempengaruhi efisiensi pembakaran dan nilai kalor yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan mesin pencetak briket arang yang terintegrasi dengan alat pemotong pada belt conveyor guna menghasilkan briket dengan ukuran yang seragam. Metode penelitian yang digunakan meliputi perancangan, pembuatan, serta pengujian alat berdasarkan standar teknis yang telah ditetapkan. Proses penelitian mencakup desain alat pencetak, integrasi sistem pemotongan, serta uji nilai kalor untuk memastikan kualitas briket yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat pemotong terintegrasi pada belt conveyor mampu meningkatkan konsistensi ukuran briket, sehingga briket yang dihasilkan memiliki dimensi yang seragam dan nilai kalor yang lebih optimal.

Integrasi sistem pemotongan pada belt conveyor dalam mesin pencetak briket arang dapat meningkatkan efisiensi produksi serta kualitas briket yang dihasilkan.Briket dengan komposisi 70% daun jati dan 30% sekam padi menghasilkan nilai kalor tertinggi, yaitu 3.255,6542 kal/gram, namun masih di bawah standar SNI sebesar ≥5000 kal/gram.Penggunaan bahan baku sekam padi dan daun jati belum mampu menghasilkan nilai kalor yang memenuhi standar nasional, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut pada komposisi dan proses produksi.

Pertama, perlu diteliti proporsi komposisi bahan baku yang lebih optimal antara arang daun jati dan arang sekam padi, termasuk kemungkinan penambahan bahan lain seperti cangkang kelapa atau serbuk kayu, untuk menaikkan nilai kalor briket hingga memenuhi standar SNI. Kedua, perlu dikembangkan desain alat pemotong yang lebih presisi dan sistem kontrol kecepatan belt conveyor berbasis sensor, agar pemotongan briket bisa berlangsung otomatis dan dinamis sesuai kecepatan aliran briket dari mesin cetak. Ketiga, perlu dilakukan penelitian terhadap modifikasi proses karbonisasi, seperti variasi suhu dan lama waktu pirolisis, untuk menghasilkan arang dengan kandungan zat volatil lebih rendah dan struktur lebih padat, sehingga dapat meningkatkan nilai kalor akhir briket secara signifikan.

  1. International Journal of Industrial Optimization. analysis effect temperature raw material mixes pyrolysis... doi.org/10.12928/ijio.v4i1.6688International Journal of Industrial Optimization analysis effect temperature raw material mixes pyrolysis doi 10 12928 ijio v4i1 6688
  2. Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Briket Arang | Pelita Masyarakat. pemanfaatan... ojs.uma.ac.id/index.php/pelitamasyarakat/article/view/2720Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Briket Arang Pelita Masyarakat pemanfaatan ojs uma ac index php pelitamasyarakat article view 2720
Read online
File size623.83 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test