UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen IndustriJATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen IndustriFailure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah suatu prosedur terstruktur untuk mengidentifikasi dan mencegah sebanyak mungkin mode kegagalan. Suatu mode kegagalan adalah apa saja yang termasuk dalam kecacatan, kondisi diluar spesifikasi yang ditetapkan, atau perubahan dalam produk yang menyebabkan terganggunya fungsi dari produk. Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana pengumpulan data didapatkan dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang berupa wawancara dan pengamatan langsung. Pada analisis data yang dilakukan terdapat 46 potensi kegagalan dari kegiatan proyek. Kemudian dilakukan perhitungan pada nilai dampak yang ditimbulkan, kemudian nilai pada kegagalan yang ditimbulkan dan nilai pada cara pencegahan. Dari ketiga nilai tersebut dikalikan untuk menghitung nilai prioritas. Didapatkan RPN tertinggi pada 9 indikator yaitu perencanaan, kontrak kerja, kegiatan Workshop dan pasca proyek, kejadian tak terduga, kondisi politik, biaya, mutu dan waktu. Tiga indikator tertinggi adalah perencanaan dengan RPN 179,65, kemudian kontrak kerja RPN sebesar 137,09 dan kegiatan Workshop dengan RPN 170,85. Total RPN dari 9 indikator adalah 1289,37 dan nilai kritis sebesar 143,26.
Penelitian ini mengidentifikasi bahwa perencanaan, kontrak kerja, dan kegiatan workshop merupakan area dengan risiko tertinggi dalam proyek X.Hasil analisis FMEA menunjukkan adanya 46 potensi kegagalan yang perlu menjadi perhatian utama dalam pengelolaan proyek.Dengan memprioritaskan perbaikan pada area-area kritis ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberhasilan proyek secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengembangan model FMEA yang lebih adaptif terhadap karakteristik proyek konstruksi di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal seperti kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya, dan regulasi pemerintah. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada integrasi FMEA dengan metode manajemen risiko lainnya, seperti Monte Carlo simulation atau Bayesian network, untuk menghasilkan analisis risiko yang lebih komprehensif dan akurat. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas implementasi FMEA dalam meningkatkan kinerja proyek, dengan mengukur dampak perbaikan yang dilakukan terhadap indikator-indikator kunci seperti biaya, waktu, dan kualitas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi FMEA di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan praktik manajemen risiko pada proyek konstruksi di Indonesia dan menghasilkan proyek-proyek yang lebih sukses dan berkelanjutan.
| File size | 711.76 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Analisis varians membuktikan perbedaan signifikan antara kategori iradiasi (F = 1. 234,56, p < 0,001) dengan ukuran efek 78,5%. Pola temporal menunjukkanAnalisis varians membuktikan perbedaan signifikan antara kategori iradiasi (F = 1. 234,56, p < 0,001) dengan ukuran efek 78,5%. Pola temporal menunjukkan
BSIBSI Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini memenuhi harapan dengan persentase kepuasan rata-rata 93% berdasarkan skala Likert dari 15 responden. DapatHasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini memenuhi harapan dengan persentase kepuasan rata-rata 93% berdasarkan skala Likert dari 15 responden. Dapat
ARITEKINARITEKIN Berdasarkan hasil analisis arus lalu lintas sepeda motor pada jam puncak pagi dan jam puncak sore di ruas Jalan Mawar–Jalan Wijaya Kusuma, KabupatenBerdasarkan hasil analisis arus lalu lintas sepeda motor pada jam puncak pagi dan jam puncak sore di ruas Jalan Mawar–Jalan Wijaya Kusuma, Kabupaten
UPPUPP Faktor perilaku pekerja yang paling dominan mempengaruhi penerapan SMKK yaitu perilaku pengetahuan = (90%), sikap = (84%), pengawasan = (78,3%), pelatihanFaktor perilaku pekerja yang paling dominan mempengaruhi penerapan SMKK yaitu perilaku pengetahuan = (90%), sikap = (84%), pengawasan = (78,3%), pelatihan
UNJUNJ Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan sembilan tahapan, yaitu: (1) identifikasi potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan sembilan tahapan, yaitu: (1) identifikasi potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,
PRINPRIN Keseluruhan peserta menyatakan acara ini sangat bermanfaat dan tidak ada yang mengalami iritasi setelah mencoba produk. Edukasi dan pelatihan yang berorientasiKeseluruhan peserta menyatakan acara ini sangat bermanfaat dan tidak ada yang mengalami iritasi setelah mencoba produk. Edukasi dan pelatihan yang berorientasi
4141 Produktivitas pekerja pada pelaksanaan proyek konstruksi untuk kolom pada pekerjaan pembesian sebesar 1,616, bekisting sebesar 0,909 dan pengecoran sebesarProduktivitas pekerja pada pelaksanaan proyek konstruksi untuk kolom pada pekerjaan pembesian sebesar 1,616, bekisting sebesar 0,909 dan pengecoran sebesar
4141 Therefore, assessing the feasibility of investing in heavy equipment is essential for informed financial decision-making. This study aims to determineTherefore, assessing the feasibility of investing in heavy equipment is essential for informed financial decision-making. This study aims to determine
Useful /
BSIBSI Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengelolaan aset di Dinas Kominfo Kabupaten Lamongan dapat dilakukan secara lebih optimal, efisien, serta transparan,Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengelolaan aset di Dinas Kominfo Kabupaten Lamongan dapat dilakukan secara lebih optimal, efisien, serta transparan,
BSIBSI Metode ini banyak dijumpai pada saat berbelanja online di berbagai platform e-commerce dengan memberikan potongan harga dalam bentuk cashback yang sangatMetode ini banyak dijumpai pada saat berbelanja online di berbagai platform e-commerce dengan memberikan potongan harga dalam bentuk cashback yang sangat
UNJUNJ Penilaian oleh peserta didik pada uji coba perorangan memperoleh penilaian sebesar 89,1% dan pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesarPenilaian oleh peserta didik pada uji coba perorangan memperoleh penilaian sebesar 89,1% dan pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar
UNDIKMAUNDIKMA Mayoritas siswa memperoleh skor sekitar 70, yang termasuk dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimumMayoritas siswa memperoleh skor sekitar 70, yang termasuk dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimum