UNDIKMAUNDIKMA

Journal of English Language TeachingJournal of English Language Teaching

Berdasarkan kurikulum baru Indonesia yang dikenal sebagai Kurikulum Merdeka, pemahaman membaca teks menjadi keterampilan dasar hasil pembelajaran. Namun, jauh sebelum kurikulum baru ini dirilis, keterampilan membaca, terutama dalam pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Inggris, selalu menjadi hal utama. Berangkat dari kondisi ini, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman membaca literasi tekstual bahasa Inggris siswa dari generasi Zilenial. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alasan siswa terkait dengan pemahaman membaca tekstual mereka. Penelitian ini menerapkan metode campuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dengan desain statistik deskriptif dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes dan daftar wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah 99 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Samarinda, dan keseluruhan populasi ini juga menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berada dalam kategori cukup. Mayoritas siswa memperoleh skor sekitar 70, yang termasuk dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan kebijakan sekolah mengenai nilai kelulusan minimum mata pelajaran bahasa Inggris. Dari data kualitatif, ditemukan bahwa siswa terbantu oleh tes yang dianggap sebagai berpikir tingkat rendah (LOT). Tes tersebut berupa pilihan ganda dengan topik yang familiar. Mengejutkan, berdasarkan temuan, generasi Zilenial ini memiliki literasi rendah karena mereka mengakui tidak memiliki waktu khusus untuk melakukan literasi bahasa Inggris kecuali atas perintah guru. Jika topik teks dianggap sulit, mereka biasanya akan menggunakan aplikasi penerjemah untuk memahami teks dengan mudah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman membaca teks bahasa Inggris siswa generasi Zilenial berada dalam kategori cukup, didukung oleh tes pilihan ganda berjenis Lower Order Thinking (LOT).Meskipun demikian, ditemukan bahwa siswa memiliki tingkat literasi rendah, kurangnya kebiasaan dan motivasi membaca, serta ketergantungan pada perangkat digital dan aplikasi penerjemah.Oleh karena itu, penting bagi guru bahasa Inggris untuk memperkuat strategi membaca, mendorong literasi tekstual, dan membimbing siswa agar lebih bijak dalam memanfaatkan perangkat digital mereka.

Mengingat temuan studi ini yang mengidentifikasi tingkat literasi membaca teks bahasa Inggris yang masih rendah pada generasi Zilenial, dipengaruhi oleh ketergantungan pada perangkat digital dan tes tingkat berpikir rendah, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang esensial. Pertama, perlu diselidiki secara mendalam faktor motivasi yang mendorong atau menghambat kebiasaan membaca teks bahasa Inggris pada generasi Zilenial, dengan fokus pada bagaimana lingkungan digital dan media sosial membentuk interaksi mereka dengan literasi di luar tugas sekolah. Penelitian ini dapat mengidentifikasi jenis konten dan format digital yang paling menarik bagi mereka, sekaligus menganalisis dampak interaksi sosial daring terhadap persepsi pentingnya literasi tekstual. Kedua, studi eksperimental untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pengajaran berbasis platform digital interaktif sangat dibutuhkan, yang dirancang khusus untuk meningkatkan strategi pemahaman membaca yang lebih kompleks (seperti skimming, scanning, atau inferensi) pada siswa Zilenial, bukan sekadar menggunakan aplikasi penerjemah pasif. Ini akan mengukur potensi teknologi untuk membangun kemandirian mereka dalam memahami teks berbahasa Inggris yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ketiga, analisis komparatif mengenai korelasi antara literasi digital siswa—misalnya, kemampuan mereka menyaring informasi dan mengevaluasi kredibilitas sumber online—dengan kemampuan pemahaman membaca teks bahasa Inggris menjadi sangat penting. Hasil penelitian semacam ini dapat memberikan panduan berharga bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih adaptif, mengintegrasikan berbagai jenis literasi, dan memanfaatkan karakteristik unik generasi Zilenial secara optimal dalam konteks pembelajaran bahasa.

  1. OSF | Understanding the Level of Students' Reading Comprehension Ability. osf students reading ability... doi.org/10.31219/osf.io/mr62tOSF Understanding the Level of Students Reading Comprehension Ability osf students reading ability doi 10 31219 osf io mr62t
  2. Total reading skills for elementary school students through the reading questioning answering model |... journal.uny.ac.id/index.php/jpe/article/view/34534Total reading skills for elementary school students through the reading questioning answering model journal uny ac index php jpe article view 34534
  3. Gender-Based Analysis of Students’ Ability in Answering Factual and Vocabulary-in-Context Questions... doi.org/10.36088/palapa.v9i1.926Gender Based Analysis of StudentsAo Ability in Answering Factual and Vocabulary in Context Questions doi 10 36088 palapa v9i1 926
  4. Effective Reading Strategies for Generation Z Using Authentic Texts – AWEJ. effective reading strategies... awej.org/effective-reading-strategies-for-generation-z-using-authentic-textsEffective Reading Strategies for Generation Z Using Authentic Texts Ae AWEJ effective reading strategies awej effective reading strategies for generation z using authentic texts
Read online
File size401.57 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test