ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Tidak diketahuinya secara tepat kekuatan lentur baja karbon rendah, kayu usuk Randu, paving stone, dan bata ringan, sebagai masalah yang dihadapi. Tujuan penelitian untuk memperoleh kekuatan lentur baja karbon rendah, kayu usuk Randu, paving stone, dan bata ringan. Metode penelitian dilakukan melalui persiapan spesimen baja karbon rendah, kayu usuk Randu, paving stone, dan bata ringan, setting mesin uji lentur Tarno Grocky, jarak tumpuan pengujian lentur untuk baja karbon rendah, kayu usuk Randu, paving stone, dan bata ringan, pengujian lentur masing-masing bahan, pembuatan kurva tegangan lentur dan defleksi untuk baja karbon rendah, dan analisis hasil uji lentur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usuk Randu posisi tegak 40,7 MPa, posisi mendatar 55,5 MPa, paving stone posisi atas di atas (normal) 6,64 MPa, posisi bawah di atas (telungkup) 6,62 MPa, dan bata ringan 1,28 MPa yang berimplikasi bahwa jenis bahan, jarak tumpuan dan penampang spesimen sangat mempengaruhi kekuatan lenturnya, kecuali bahan yang ulet untuk baja karbon rendah tidak memiliki kekuatan lentur, melainkan memilki kekuatan luluh pada defleksi tertentu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada jarak tumpuan 160 mm dengan defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usuk Randu posisi tegak 40,7 MPa, posisi mendatar 55,5 MPa pada jarak tumpuan 220 mm, paving stone pada jarak tumpuan 170 mm, posisi atas di atas (normal) 6,640 MPa, posisi bawah di atas (telungkup) 6,624 MPa, dan bata ringan 1,35 MPa pada jarak tumpuan 260 mm yang berimplikasi bahwa jenis bahan, jarak tumpuan, dan penampang spesimen sangat mempengaruhi kekuatan lenturnya, kecuali bahan yang ulet untuk baja karbon rendah tidak memiliki kekuatan lentur, melainkan memilki kekuatan luluh pada defleksi tertentu.Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan jenis material dan geometri spesimen dalam desain struktur.Pengujian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengaruh kombinasi material dan kondisi lingkungan terhadap kekuatan lentur.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap pengaruh jenis pengikat (binder) pada bata ringan terhadap kekuatan lenturnya, mengingat variasi pengikat dapat memengaruhi sifat mekanis material. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis perilaku lentur material komposit yang menggabungkan baja karbon rendah dengan kayu usuk Randu, dengan mempertimbangkan aspek optimasi proporsi dan metode penyambungan untuk meningkatkan kinerja struktural. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi pengaruh variasi jarak tumpuan dan dimensi spesimen terhadap pola kegagalan lentur pada paving stone, sehingga dapat dikembangkan panduan desain yang lebih akurat dan aman untuk aplikasi pedestrian.

  1. Flexural Strength Enhancement of Lightweight Concrete Beams Using Carbon Fiber and Epoxy Resin. flexural... doi.org/10.3390/ma18235297Flexural Strength Enhancement of Lightweight Concrete Beams Using Carbon Fiber and Epoxy Resin flexural doi 10 3390 ma18235297
  2. Flexural Behavior of Lightweight Sandwich Panels with Rice Husk Bio-Aggregate Concrete Core and Sisal... doi.org/10.3390/ma18081850Flexural Behavior of Lightweight Sandwich Panels with Rice Husk Bio Aggregate Concrete Core and Sisal doi 10 3390 ma18081850
Read online
File size572.03 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test