UMMUMM

Jurnal Teknik IndustriJurnal Teknik Industri

CV. Cool Clean merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan tissue. Selama ini perusahaan hanya melakukan tindakan korektif yang menyebabkan terganggunya proses produksi karena sering terjadi kerusakan secara tiba-tiba pada komponen mesin volpack. Pada makalah ini digunakan model preventive replacement sehingga dapat menurunkan downtime dan biaya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan jadwal interval komponen kritis adalah metode age replacement. Komponen seal heater memiliki interval waktu penggantian 30 hari dengan penurunan downtime 22%. Interval penggantian komponen knife foil adalah 26 hari dengan penurunan downtime 27%. Interval penggantian komponen solenoid valve adalah 30 hari dengan penurunan downtime 29%. Interval penggantian komponen Oring seal adalah 18 hari dengan penurunan downtime 29%. Interval penggantian komponen needle bearing adalah 62 hari dengan penurunan downtime 25%. Hasil makalah menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode age replacement dapat menghemat biaya untuk komponen seal heater sebesar Rp. 974.000 atau 23%. Komponen knife foil menghemat biaya sebesar Rp. 1.251.409 atau 22%. Komponen solenoid valve menghemat biaya sebesar Rp. 546.539 atau 24%. Komponen Oring seal menghemat biaya sebesar Rp. 350.096 atau 26%. Dan komponen needle bearing menghemat biaya sebesar Rp. 196.712 atau 26%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa interval penggantian untuk komponen seal heater adalah 30 hari, knife foil 26 hari, solenoid valve 30 hari, Oring seal 18 hari, dan needle bearing 62 hari.Penerapan metode age replacement terbukti menurunkan downtime dan menghemat biaya perawatan mesin volpack.Penghematan biaya yang diperoleh dari penerapan metode ini signifikan untuk setiap komponen kritis, yaitu seal heater (23%), knife foil (22%), solenoid valve (24%), Oring seal (26%), dan needle bearing (26%).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan interval penggantian komponen dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi operasional mesin dan kualitas suku cadang. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode age replacement dengan metode perawatan preventif lainnya, seperti perawatan berdasarkan kondisi (condition-based maintenance), untuk menentukan strategi perawatan yang paling optimal. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan mengintegrasikan data historis kerusakan dan biaya perawatan dengan model prediksi untuk memprediksi potensi kerusakan dan mengoptimalkan jadwal perawatan secara proaktif, sehingga perusahaan dapat mengurangi downtime yang tidak terduga dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang strategi perawatan yang efektif dan membantu perusahaan dalam meningkatkan keandalan mesin dan mengurangi biaya operasional.

Read online
File size585.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test