JRTPPIJRTPPI

Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti diesel yang diproduksi dari minyak nabati atau hewani melalui proses transesterifikasi antara asam lemak, metanol, dan katalis. Namun, penggunaannya pada mesin diesel menyebabkan penurunan kinerja mesin, sebagian disebabkan oleh nilai viskositas yang lebih tinggi dibandingkan diesel. Beberapa cara untuk meningkatkan kinerja mesin diesel yang menggunakan biodiesel antara lain penyesuaian tekanan injeksi dan peningkatan suhu masuk bahan bakar. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penambahan tekanan injeksi dan suhu masuk bahan bakar terhadap kinerja mesin diesel menggunakan B40, meliputi daya, efisiensi termal, sfc, dan AFR. Metode yang digunakan adalah mesin diesel satu silinder dengan putaran konstan, dengan lima variasi tekanan injeksi 110‑150 bar (interval 10 bar), lima variasi suhu masuk bahan bakar 30‑70 °C (interval 10 °C), dan lima beban 5 000‑25 000 kg/m² (interval 5 000 kg/m²). Pengujian dan pengolahan data dilakukan dengan metode Taguchi. Hasil menunjukkan kinerja mesin diesel terbaik diperoleh pada tekanan injeksi 150 bar dan suhu bahan bakar 60 °C. Nilai kinerja prediksi pada kondisi optimal menghasilkan daya 2,9 kW pada beban 25 000 kg/m², efisiensi termal 69,92 % pada beban yang sama, sfc 3 × 10⁻⁵ kg/kJ pada beban tersebut, dan AFR 169,23 pada beban 5 000 kg/m². Suhu secara signifikan mempengaruhi kinerja mesin baik daya, sfc, efisiensi termal, maupun AFR dibandingkan tekanan injeksi.

Variabel yang memiliki dampak terbesar terhadap perubahan kinerja mesin, baik dalam hal daya poros, efisiensi termal, sfc, maupun AFR, adalah suhu bahan bakar.Kinerja optimal mesin diesel dengan bahan bakar biosolar B40 diperoleh pada tekanan injeksi 150 bar dan suhu bahan bakar 60 °C.Temuan ini dapat menjadi acuan penting untuk meningkatkan efisiensi dan performa mesin diesel yang menggunakan bahan bakar biodiesel.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh waktu injeksi (injection timing) yang dipadukan dengan variasi tekanan injeksi dan suhu bahan bakar terhadap kinerja mesin diesel B40, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi optimal yang lebih komprehensif. Selain itu, studi jangka panjang mengenai emisi gas buang serta keausan komponen mesin pada kondisi optimal (150 bar, 60 °C) perlu dilakukan untuk menilai dampak lingkungan dan keandalan operasional biodiesel B40. Selanjutnya, perlu dilakukan pengujian pada mesin diesel multi‑silinder serta pada campuran biodiesel dengan persentase lebih tinggi seperti B50 atau B60, guna menilai skalabilitas hasil dan potensi peningkatan performa pada aplikasi industri yang lebih luas.

  1. #pengolahan data#pengolahan data
  2. #mesin diesel#mesin diesel
Read online
File size530.13 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2Uw
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test