POLTEKHARBERPOLTEKHARBER
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis BrainstormingJurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis BrainstormingMotor bakar merupakan kompetensi dasar yang wajib dikuasai bagi peserta didik jurusan teknik sepeda motor. Jurusan teknik bisnis sepeda motor SMK Bina Nusa Slawi merupakan student body terbesar di Kabupaten Tegal. Jumlah peserta didik yang besar menjadi pekerjaan berat untuk mencetak kualitas peserta didik yang optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu mematangkan kompetensi motor bakar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juni 2021 di Bengkel SMK Bina Nusa Slawi Kabupaten Tegal. PKM tahap 1 adalah refresh konsep dasar motor bakar dan komponennya. Setiap peserta diberikan pemahaman dan praktikum demonstrasi konsep kerja motor bakar melalui trainer engine cutting. Sedangkan PKM tahap 2, peserta diberikan pelatihan perawatan dan perbaikan sistem bahan bakar. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kompetensi motor bakar sistem bahan bakar peserta didik kelas XII telah optimal. Hal ini terlihat dari PKM tahap 1 bahwa seluruh peserta mampu mendemonstrasikan fungsi kerja komponen motor bakar. Pada PKM tahap 2, seluruh peserta telah mampu mendemonstrasikan perawatan dan perbaikan sistem bahan bakar sepeda motor. Selain itu, peserta mampu memahami dampak asap saluran buang akibat bahan bakar yang tidak berkualitas. Peserta didik mampu membaca hasil uji emisi gas buang.
Program pengabdian kepada masyarakat ini berhasil mengoptimalkan kompetensi peserta didik kelas XII dalam sistem bahan bakar motor bakar.Ini dibuktikan pada tahap pertama di mana seluruh peserta mampu mendemonstrasikan fungsi kerja komponen motor bakar, dan pada tahap kedua, mereka berhasil mendemonstrasikan perawatan serta perbaikan sistem bahan bakar sepeda motor.Lebih lanjut, peserta didik juga memperoleh pemahaman tentang dampak asap saluran buang akibat bahan bakar yang tidak berkualitas dan mampu membaca hasil uji emisi gas buang.
Penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi secara lebih mendalam tentang dampak jangka panjang dari pelatihan semacam ini terhadap kompetensi siswa. Meskipun penelitian ini menunjukkan peningkatan kompetensi yang optimal secara langsung, akan sangat berharga untuk meneliti bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa, khususnya dalam perawatan sistem bahan bakar dan pemahaman emisi gas buang, dapat bertahan dan diaplikasikan dalam lingkungan kerja nyata setelah beberapa bulan atau bahkan tahun lulus. Studi ini dapat menggunakan metode survei atau wawancara kepada alumni untuk mendapatkan gambaran tentang relevansi pelatihan dengan tuntutan industri terkini. Selain itu, mengingat pentingnya sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dalam sepeda motor modern yang disebutkan dalam pendahuluan, penelitian di masa depan dapat merancang dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang secara khusus berfokus pada sistem EFI. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kurikulum pendidikan kejuruan selalu relevan dengan teknologi otomotif terbaru. Pertanyaan penelitiannya bisa meliputi: Sejauh mana pelatihan intensif sistem EFI dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa di bengkel modern? atau Bagaimana kurikulum pelatihan EFI yang baru memengaruhi tingkat pemahaman dan keterampilan praktis siswa dibandingkan dengan pendekatan pelatihan bahan bakar konvensional? Terakhir, menarik untuk melakukan penelitian komparatif terhadap berbagai metode pengajaran dalam pelatihan otomotif, terutama setelah ditemukan bahwa beberapa peserta didik perempuan memerlukan pendekatan yang berbeda atau pengulangan yang lebih banyak. Penelitian ini bisa membandingkan metode demonstrasi langsung dengan penggunaan simulasi interaktif atau bahkan modul pembelajaran daring untuk melihat mana yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis bagi semua jenis pembelajar, termasuk meninjau apakah ada strategi pengajaran tertentu yang lebih cocok untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi peserta didik perempuan dalam bidang teknik otomotif. Studi semacam ini akan berkontribusi pada pengembangan pedagogi yang lebih inklusif dan efektif di pendidikan kejuruan.
| File size | 1015.58 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNPAMUNPAM Kertas yang dihasilkan memenuhi standar SNI untuk kertas tulis, sehingga berpotensi mengurangi pemakaian kayu dan limbah pertanian. Kulit pisang dapatKertas yang dihasilkan memenuhi standar SNI untuk kertas tulis, sehingga berpotensi mengurangi pemakaian kayu dan limbah pertanian. Kulit pisang dapat
ITBITB Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan kertas. Metode yang digunakan meliputiPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan kertas. Metode yang digunakan meliputi
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Proses organosolv menggunakan etanol 60 % sebagai pelarut dengan variasi suhu 120, 140, dan 160 °C selama 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa kertas terbaikProses organosolv menggunakan etanol 60 % sebagai pelarut dengan variasi suhu 120, 140, dan 160 °C selama 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa kertas terbaik
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Uji biodegradabilitas membuktikan kertas terurai 85% dalam tanah selama 21 hari. Produk ini berpotensi menjadi alternatif kertas daur ulang yang ramahUji biodegradabilitas membuktikan kertas terurai 85% dalam tanah selama 21 hari. Produk ini berpotensi menjadi alternatif kertas daur ulang yang ramah
ITBITB Hasil menunjukkan bahwa kertas komposit berbasis kulit pisang memiliki kekuatan tarik dan ketebalan yang memenuhi standar kertas umum, dengan nilai kekuatanHasil menunjukkan bahwa kertas komposit berbasis kulit pisang memiliki kekuatan tarik dan ketebalan yang memenuhi standar kertas umum, dengan nilai kekuatan
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Metode yang digunakan adalah metode kraft dengan variasi konsentrasi larutan NaOH 2%, 4%, dan 6%. Hasil menunjukkan bahwa kulit pisang dengan konsentrasiMetode yang digunakan adalah metode kraft dengan variasi konsentrasi larutan NaOH 2%, 4%, dan 6%. Hasil menunjukkan bahwa kulit pisang dengan konsentrasi
UPIUPI Penelitian ini mengkaji proses produksi karbon aktif dari kulit kelapa yang diaktifkan baik secara fisik maupun kimia untuk meningkatkan adsorpsi metilenPenelitian ini mengkaji proses produksi karbon aktif dari kulit kelapa yang diaktifkan baik secara fisik maupun kimia untuk meningkatkan adsorpsi metilen
UINUIN Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk bioetanol, mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkanPenelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk bioetanol, mengurangi limbah pertanian sekaligus menghasilkan
Useful /
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Peningkatan penggunaan plastik merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi, industri, dan populasi. Indonesia merupakan negara dengan penggunaanPeningkatan penggunaan plastik merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi, industri, dan populasi. Indonesia merupakan negara dengan penggunaan
UNHASUNHAS PT XYZ berhasil menerapkan teknologi ramah lingkungan dan mengurangi konsumsi energi 18% serta air limbah 25%. Kendala utama adalah modal besar dan keterampilanPT XYZ berhasil menerapkan teknologi ramah lingkungan dan mengurangi konsumsi energi 18% serta air limbah 25%. Kendala utama adalah modal besar dan keterampilan
UNHASUNHAS Metode normatif dijadikan dasar analisis. Tulisan ini juga menyajikan perbandingan singkat dengan Undang‑Undang Antariksa negara lain seperti PrancisMetode normatif dijadikan dasar analisis. Tulisan ini juga menyajikan perbandingan singkat dengan Undang‑Undang Antariksa negara lain seperti Prancis
UPIUPI Peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas yang menerapkan model ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelas konvensional. Oleh karena itu, model pembelajaranPeningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas yang menerapkan model ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelas konvensional. Oleh karena itu, model pembelajaran