ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Pedestrian merupakan salah satu ruang publik yang sangat penting bagi perkotaan. Di perbatasan kota Muara Enim mempunyai pedestrian yang menarik perhatian yaitu pedestrian selamat datang simpang kepur. Pedestrian simpang kepur memiliki gerbang perbatasan yang menjadi pusat perhatian dan kesan pertama pada saat memasuki kota Muara Enim sehingga berpeluang sebagai wajah atau simbol jati diri kota Muara Enim. Secara visual, keberadaan pedestrian dan gerbang di simpang kepur terlihat sudah cukup menarik namun secara fungsional belum sesuai dengan karakteristik kegiatan pejalan kaki yang berada di pedestrian sehingga perlu penelitian untuk penataan ulang kembali dari desain sebelumnnya agar fungsi dari pedestrian menjadi lebih baik lagi. Metode yang menggunakan secara kualitatif melalui observasi berdasarkan fakta dan aktivitas yang ada dilapangan. Analisa berdasarkan sesuaian kesan tempat dan aktivitas yang ada di pedestrian. Hasil yang di dapat bahwa terdapat bahwa perlu perubahan tampilan pada pengolahan warna sehingga pedestrian menjadi lebih hidup, perlu penjagaan ketet terhadap pedestrian agar tidak terjadi kehilangan atau kerusakan, perlu adanya pagar pembatas atau vegetasi/tanaman pembatas pandang pada daerah belakang atau samping pedestrian, penataan kembali terhadap tanaman yang dapat menyerap debu dan dapat menyerap kebisingan, dan penataan street furniture yaitu rekomendasi visual desain halte yang lebih luas, menganti tempat duduk permanen, mengganti tempat sampah yang permanen.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedestrian simpang kepur kota Muara Enim belum optimal secara keseluruhan karena belum adanya kesan tempat yang menarik bagi pejalan kaki.Karakter aktivitas belum sesuai dengan fungsi pedestrian, karakter arsitektural masih belum optimal, tidak terdapat karakter suara dan aroma, pengolahan bentuk belum memiliki karakter yang sesuai, penggunaan material masih kurang efektif, keserasian dengan lingkungan sekitar belum ada, dan kenyamanan belum difasilitasi dengan street furniture yang efektif.Oleh karena itu, diperlukan penataan visual street furniture sebagai bentuk rekomendasi, termasuk penataan vegetasi, halte, kursi taman, dan tempat sampah.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pedestrian di kota Muara Enim. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai preferensi masyarakat terhadap elemen-elemen desain pedestrian, seperti warna, material, dan jenis tanaman, untuk menciptakan ruang yang lebih menarik dan nyaman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di sepanjang pedestrian, misalnya dengan mendorong keberadaan pedagang kaki lima yang tertata rapi dan menyediakan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas penggunaan material lokal dan teknologi ramah lingkungan dalam pembangunan dan pemeliharaan pedestrian, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan biaya operasional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan pedestrian yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai ruang publik yang hidup, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat kota Muara Enim.

Read online
File size722.22 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test