ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan ketersediaan serat ijuk komposit, namun penerapannya dalam teknologi material canggih masih terbatas. Di sisi lain, sebagian besar helm sepeda motor yang tersedia di pasaran terbuat dari plastik ABS, yang memiliki keterbatasan dalam penyerapan energi benturan dan dapat meningkatkan risiko cedera kepala selama kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit helm berbasis serat ijuk dan resin epoksi dengan memvariasikan fraksi volume serat (15%, 25%, dan 35%) dan durasi perendaman alkali (75, 150, 225, dan 300 menit). Uji kekuatan pukul menunjukkan bahwa kombinasi fraksi volume serat 35% dan perendaman alkali selama 225 menit menghasilkan nilai Energi Pukul Spesifik (EPS) tertinggi sebesar 0,142 J/mm². Sebagai perbandingan, helm yang sesuai dengan SNI yang terbuat dari plastik ABS hanya mencapai nilai EPS 0,00972 J/mm², menunjukkan bahwa helm komposit berbasis serat ijuk dapat meningkatkan efisiensi penyerapan energi benturan lebih dari 14 kali lipat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan fraksi volume serat dan optimasi durasi perendaman alkali secara signifikan meningkatkan ketahanan benturan, menjadikan helm komposit berbasis serat ijuk sebagai alternatif yang menjanjikan untuk perlengkapan pelindung yang lebih safety dan ramah lingkungan.

Penelitian pengaruh fraksi volume ijuk-resin dan durasi perendaman alkali terhadap kekuatan pukul komposit helm menunjukkan bahwa penggunaan ijuk sebagai bahan penguat dalam komposit helm memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemampuan penyerapan energi benturan.Nilai energi pukul spesifik (EPS) tertinggi diperoleh pada kombinasi fraksi volume ijuk 35% dan durasi perendaman alkali selama 225 menit.Peningkatan ini disebabkan oleh kandungan serat yang lebih banyak dan kondisi serat yang optimal setelah perendaman 225 menit.Secara keseluruhan, fraksi volume dan durasi perendaman alkali berpengaruh signifikan terhadap EPS, namun interaksinya tidak signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mengembangkan potensi komposit ijuk-resin sebagai material helm yang lebih aman dan ramah lingkungan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis resin yang berbeda terhadap sifat mekanik komposit ijuk, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kekuatan tarik, modulus elastisitas, dan ketahanan terhadap degradasi lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses perendaman alkali dengan menggunakan variasi konsentrasi larutan dan metode perendaman yang berbeda, untuk mendapatkan hasil perlakuan yang lebih seragam dan efektif. Ketiga, pengembangan metode fabrikasi komposit yang lebih canggih, seperti penggunaan teknik pencetakan 3D atau proses laminasi vakum, dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi produk komposit ijuk-resin, sehingga menghasilkan helm dengan performa yang lebih optimal dan estetika yang menarik.

  1. Analisis dan Uji Kekuatan Pukul Komposit Helm Ukuran Dewasa berbasis Ijuk Resin dengan Perendaman Alkali... journal.aritekin.or.id/index.php/Konstruksi/article/view/1184Analisis dan Uji Kekuatan Pukul Komposit Helm Ukuran Dewasa berbasis Ijuk Resin dengan Perendaman Alkali journal aritekin index php Konstruksi article view 1184
  2. PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN NaOH TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT POLIESTER... doi.org/10.14710/rotasi.18.1.1-7PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN NaOH TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT POLIESTER doi 10 14710 rotasi 18 1 1 7
Read online
File size554.78 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test