ARITEKINARITEKIN

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik SipilKonstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

Permasalahan pada penelitian sebelumnya adalah penggunaan resin polyester sebagai matriks pada komposit serat bulu kambing kacang, sedangkan dalam penelitian terakhir digunakan resin epoxy yang belum banyak dilakukan. Tujuannya adalah memperoleh kekuatan tarik komposit yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan sudu kipas angin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up, variasi panjang bulu 10 mm, 20 mm, dan 30 mm, serta variasi waktu perendaman dalam larutan NaOH 5% selama 25, 50, 75, dan 100 menit. Pengujian kekuatan tarik dilakukan menggunakan standar ASTM D638 dengan total spesimen sebanyak 36 buah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen dengan panjang serat 30 mm dan waktu perendaman 50 menit menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 28,69 MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah sebesar 15,38 MPa diperoleh pada spesimen dengan panjang serat 10 mm dan durasi perendaman 100 menit. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik tertinggi 46,37% lebih besar dibandingkan nilai terendah, sehingga kombinasi panjang serat 30 mm dan perendaman 50 menit ditetapkan sebagai parameter optimal dalam penelitian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa panjang bulu kambing kacang dan durasi perendaman dalam larutan NaOH 5% berpengaruh terhadap kekuatan tarik komposit.Panjang serat 30 mm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi, yaitu 28,25 MPa pada durasi perendaman optimal 50 menit.Kombinasi panjang serat dan durasi perendaman berperan penting terhadap kualitas ikatan antar muka serat dan matriks.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi metode fabrikasi komposit, seperti penggunaan teknik Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI) untuk meminimalkan rongga pada material. Selain itu, eksplorasi variasi waktu perendaman yang lebih spesifik, misalnya 55 dan 65 menit, dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi yang menghasilkan kekuatan komposit terbaik. Lebih lanjut, studi mengenai pengaruh jenis serat alami lain terhadap sifat mekanik komposit epoxy, serta analisis mendalam mengenai mekanisme kerusakan material pada tingkat mikro, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku komposit berbasis serat alami. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan material komposit berkelanjutan yang lebih kuat dan efisien untuk berbagai aplikasi, termasuk komponen turbin angin.

  1. Analisa kekuatan mekanik pengaruh perendaman dan penekanan pada komposit berbahan serat mengkuang | Sutrisno... doi.org/10.24127/trb.v9i2.1208Analisa kekuatan mekanik pengaruh perendaman dan penekanan pada komposit berbahan serat mengkuang Sutrisno doi 10 24127 trb v9i2 1208
  2. Analisis Panjang Serat dan Durasi Perendaman NaOH terhadap Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Berpenguat... doi.org/10.61132/konstruksi.v3i4.1188Analisis Panjang Serat dan Durasi Perendaman NaOH terhadap Kekuatan Tarik Komposit Epoksi Berpenguat doi 10 61132 konstruksi v3i4 1188
  3. Pengaruh Panjang Serat Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Impact Greencomposite Serat Kulit Buah Pinang... ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/39108Pengaruh Panjang Serat Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Impact Greencomposite Serat Kulit Buah Pinang ojs unud ac index php jem article view 39108
Read online
File size1.16 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test