UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Lembaga pendidikan seperti universitas turut mengambil peran dalam upaya mitigasi bencana. Universitas yang memiliki Tridharma Perguruan Tinggi berperan merumuskan problem solving terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terutama yang berhubungan dengan bencana alam. Sebagai salah satu desa yang berada di wilayah dengan tingkat risiko ancaman bencana yang tinggi, Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat berpotensi mengalami bencana gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terkait bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi dalam bentuk penguasaan dan pengetahuan untuk mengurangi risiko bencana. Serangkaian kegiatan yang telah dilakukan yaitu sosialisasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di kantor desa, sosialisasi door to door, dan sosialisasi sekaligus simulasi tanggap bencana di sekolah. Kegiatan sosialisasi yang dijalankan selama pelaksanaan KKN ini telah menambah pengetahuan masyarakat Desa Mekar Sari terkait mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapinya.

Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Desa Tanggap Bencana di Desa Mekar Sari telah berjalan dengan baik dan lancar.Berbagai kegiatan seperti sosialisasi mitigasi bencana, pembuatan peta rencana evakuasi, pemasangan rambu evakuasi, dan simulasi tanggap bencana di sekolah terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana.Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, dari sebelumnya mayoritas merasa kesiapsiagaan tidak perlu, menjadi 87% responden menyatakan pentingnya tindakan kesiapsiagaan setelah kegiatan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas jangka panjang dari simulasi tanggap bencana di sekolah terhadap perilaku siswa dan keluarganya saat menghadapi bencana nyata, untuk mengetahui apakah edukasi dini ini membentuk kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Kedua, penting untuk meneliti adaptasi sistem peringatan dini bencana berbasis komunitas yang melibatkan peran aktif tokoh adat dan remaja desa, mengingat keterbatasan akses teknologi dan informasi di wilayah pedesaan. Ketiga, perlu dikaji pemanfaatan media lokal seperti radio komunitas atau pusat informasi desa untuk menyebarkan informasi mitigasi bencana secara berkala, guna memastikan pengetahuan tetap terjaga dan diperbarui setelah kegiatan sosialisasi selesai, serta menjangkau penduduk yang tidak hadir saat kegiatan awal.

Read online
File size865.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test