LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Kota Barabai merupakan salah satu kota yang berada di lembah Pegunungan Meratus dan kerap dilanda banjir dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada tahun 2021 terjadi bencana banjir terparah dalam 20 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan bangunan sering tergenang banjir, sehingga bangunan harus didesain mampu beradaptasi dengan kondisi banjir. Untuk itu diperlukan adanya kajian terkait konsep hunian tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan konsep fleksibilitas lantai pada hunian. Hal ini dimaksudkan untuk tetap memberikan ruang bagi air saat terjadi banjir. Adapun metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan metode eksplorasi-deskriptif dengan pendekatan arsitektur amfibi. Konsep ini dinilai menjadi alternatif terbaik untuk merencanakan hunian di perkotaan yang berada di daerah rawan banjir. Pada akhirnya, ditemukan sebuah prototipe bangunan yang mampu beradaptasi terhadap banjir dengan memanfaatkan material yang murah dan mudah diaplikasikan.

Penerapan rumah dengan fleksibilitas lantai menggunakan konsep arsitektur amfibi merupakan desain struktur bangunan yang dapat menyesuaikan lingkungan dengan mengapung saat terjadi banjir.Konsep ini memberikan solusi dalam mengatasi banjir dan meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana bagi masyarakat dan pemerintah di Kota Barabai.Desain ini memanfaatkan material murah dan mudah diterapkan, seperti drum plastik dan baja ringan, serta hanya menerapkan fleksibilitas pada sebagian lantai dasar untuk efisiensi biaya dan struktur.

Pertama, perlu diteliti efektivitas penggunaan material alternatif seperti EPS atau komposit daur ulang sebagai pengganti drum plastik pada sistem lantai fleksibel, untuk menilai daya apung, ketahanan lama, dan dampak lingkungan secara menyeluruh. Kedua, diperlukan studi tentang perilaku penghuni dalam hunian dengan lantai fleksibel selama kejadian banjir, termasuk aspek kenyamanan, keamanan, dan adaptasi aktivitas sehari-hari, agar desain dapat dioptimalkan dari sudut pandang manusia. Ketiga, perlu dikaji penerapan konsep ini dalam skala kawasan, bukan hanya pada satu bangunan, untuk melihat integrasi sistem drainasi, koneksi antar rumah apung, dan tata kelola lingkungan permukiman berbasis adaptasi banjir. Penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi modifikasi struktur pada bangunan bertingkat lebih dari dua lantai dengan sistem fleksibilitas parsial. Selain itu, penting untuk menguji respon struktur terhadap banjir dengan kecepatan arus tinggi dan guncangan. Studi tentang aspek hukum dan regulasi bangunan dalam kawasan rawan banjir juga perlu dilakukan agar inovasi ini dapat diadopsi secara luas. Analisis biaya-hasil jangka panjang terhadap penggunaan baja ringan dan drum plastik dibanding material konvensional akan memberikan dasar kuat untuk kebijakan publik. Selanjutnya, eksplorasi kombinasi sistem lantai fleksibel dengan teknologi peringatan dini banjir berbasis masyarakat bisa meningkatkan efektivitas mitigasi. Akhirnya, kajian dampak psikologis masyarakat terhadap hunian apung juga menjadi penting untuk memastikan penerimaan sosial terhadap inovasi ini.

Read online
File size796.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test