LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang menarik untuk dikaji, terutama untuk bidang Hidrologi. Data curah hujan yang akurat diperlukan untuk analisa ketersediaan air dan bencana banjir. Kendala terbesar dalam menganalisa data curah hujan adalah minimnya stasiun observasi, seri data yang tidak cukup panjang dan tidak meratanya sebaran stasiun tersebut. Alternatif penggunaan data satelit yang memiliki resolusi spatial dan temporal yang tinggi menjadi salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian hujan dengan bantuan data hujan dari satelit GSMaP, dengan didukung pengamatan secara visual. Data hujan harian dari 2 (dua) stasiun BMKG di kota Banjarbaru periode Oktober 2021 sampai Mei 2022 digunakan sebagai pembanding. Tahapan validasi data dan analisa kinerja data satelit GSMaP dijalankan untuk mengevaluasi kemampuan satelit dalam mendeteksi hujan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, dengan data seri yang tidak panjang, data hujan harian dari GSMaP menunjukkan korelasi yang lemah dengan dua stasiun BMKG yang ada.Nilai rBias yang positif (3,77% - 7,09%) menandakan nilai di atas perkiraan dari BMKG, yang terjadi di bulan November dan April.Namun, bila dilihat dari hasil validasi data yang dihubungkan dengan identifikasi kejadian hujan melalui observasi visual, satelit GSMaP menunjukkan performa yang cukup bagus dalam mendeteksi kejadian hujan, terutama untuk kejadian hujan dengan intensitas rendah (< 1 mm/hari), maupun intensitas cukup tinggi yang dapat dikategorikan sebagai hujan ekstrem (>100 mm/hari).Penelitian lebih lanjut dengan jumlah stasiun yang lebih banyak dan seri data yang lebih panjang serta melibatkan faktor koreksi untuk data curah hujan satelit GSMap sangat direkomendasikan untuk hasil penelitian yang lebih akurat.

Untuk meningkatkan akurasi hasil penelitian, disarankan untuk melakukan analisis dengan seri data yang lebih panjang dan menggabungkan faktor koreksi data hujan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak stasiun dan mengkaji performa satelit GSMaP dalam mendeteksi hujan dengan intensitas rendah dan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam upaya mitigasi bencana banjir di Banjarbaru.

  1. Analisis Iklim Ekstrim Untuk Deteksi Perubahan Iklim Di Sumatera Barat | Nugroho | Jurnal Ilmu Lingkungan.... doi.org/10.14710/jil.17.1.7-14Analisis Iklim Ekstrim Untuk Deteksi Perubahan Iklim Di Sumatera Barat Nugroho Jurnal Ilmu Lingkungan doi 10 14710 jil 17 1 7 14
  2. Identifikasi Kejadian Hujan dengan Menggunakan Data Satelit GSMaP (Global Satellite Mapping of Precipitation)... buletinppi.ulm.ac.id/index.php/bpi/article/view/195Identifikasi Kejadian Hujan dengan Menggunakan Data Satelit GSMaP Global Satellite Mapping of Precipitation buletinppi ulm ac index php bpi article view 195
Read online
File size467.56 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test