ZAMRONEDUZAMRONEDU
JOELI: Journal of Educational and Learning InnovationJOELI: Journal of Educational and Learning InnovationPeningkatan kompetensi sosial-emosional guru merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung perkembangan siswa. Namun, banyak guru mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan interpersonal yang baik di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknik coaching dalam peningkatan kompetensi sosial-emosional guru, terutama dalam pengenalan, pengelolaan emosi, serta kolaborasi di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru yang telah mengikuti program coaching, observasi, dan analisis dokumen reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik coaching memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam mengelola emosi, meningkatkan kualitas interaksi dengan siswa, serta memperkuat keterampilan reflektif. Sebagian besar guru melaporkan peningkatan dalam kemampuan mengatur emosi dan komunikasi interpersonal, yang berkontribusi pada suasana kelas yang lebih kondusif dan kolaborasi yang lebih baik dengan rekan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa teknik coaching merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi sosial-emosional guru, yang berdampak pada peningkatan kualitas pengajaran dan kesejahteraan emosional guru.
Penerapan teknik coaching terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi sosial-emosional guru, khususnya dalam regulasi emosi, keterampilan interpersonal, dan kemampuan reflektif.Teknik ini membantu guru mengelola emosi secara lebih baik, sehingga mampu menghadapi tantangan mengajar dengan lebih tenang dan terkendali, serta menciptakan lingkungan kelas yang lebih positif.Selain itu, coaching juga meningkatkan kualitas interaksi guru dengan siswa dan rekan kerja, serta layak diintegrasikan secara luas dalam pengembangan profesional guru.
Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana efektivitas teknik coaching berbeda antara guru pemula dan guru berpengalaman dalam mengembangkan kompetensi sosial-emosional, karena latar belakang pengalaman mengajar dapat memengaruhi cara mereka menerima dan menginternalisasi proses coaching. Kedua, penting untuk mengeksplorasi penerapan coaching secara berkelanjutan dalam jangka panjang, termasuk frekuensi sesi dan durasi intervensi yang optimal agar dampaknya bertahan dan terus berkembang seiring waktu. Ketiga, perlu dikaji pula bagaimana integrasi coaching dengan program pengembangan sekolah lainnya, seperti supervisi akademik atau pelatihan kurikulum, untuk melihat apakah kombinasi pendekatan ini dapat memperkuat dampak terhadap kesejahteraan emosional guru dan kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan dalam berbagai konteks sekolah untuk memahami faktor-faktor lingkungan yang mendukung atau menghambat keberhasilan coaching. Selain itu, penting untuk mengembangkan model coaching yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan lokal guru di Indonesia. Studi juga bisa mengevaluasi peran fasilitator coaching dalam menentukan keberhasilan intervensi. Idealnya, model coaching dikembangkan sebagai bagian dari sistem pendukung profesional berkelanjutan, bukan hanya sebagai pelatihan insidental. Dengan demikian, penelitian mendatang dapat fokus pada pembentukan ekosistem pendukung yang memungkinkan coaching menjadi bagian integral dari pengembangan karier guru. Pendekatan lintas disiplin pun bisa dieksplorasi untuk memperkaya metode coaching. Semua ini akan membantu memastikan bahwa manfaat coaching dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan bagi guru di berbagai tingkat dan latar belakang.
- STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SLEMAN... doi.org/10.17509/md.v13i2.8162STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SLEMAN doi 10 17509 md v13i2 8162
- One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/922One moment please one moment please wait request verified jurnal medanresourcecenter index php IE article view 922
- Penerapan Coaching untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam supervisi akademik pada SMP Binaan... jurnal.stkipbjm.ac.id/index.php/jpl/article/view/336Penerapan Coaching untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam supervisi akademik pada SMP Binaan jurnal stkipbjm ac index php jpl article view 336
| File size | 261.75 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penerapan empat dimensi utama idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration berdampak positifPenerapan empat dimensi utama idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration berdampak positif
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Peluang ini meliputi percepatan komunikasi dalam kepemimpinan, peningkatan transparansi dalam pemerintahan, serta pemanfaatan data untuk pengambilan keputusanPeluang ini meliputi percepatan komunikasi dalam kepemimpinan, peningkatan transparansi dalam pemerintahan, serta pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif, memperkuat rasa empati, serta membentuk karakter siswaHasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif, memperkuat rasa empati, serta membentuk karakter siswa
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dalam konteks phubbing, PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap hidup dengan nilai-nilai keislaman yang berdasarkan Al-Quran dan hadits. SertaDalam konteks phubbing, PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap hidup dengan nilai-nilai keislaman yang berdasarkan Al-Quran dan hadits. Serta
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Di sisi lain, keterbatasan sumber daya, tantangan kebijakan eksternal, dan perkembangan teknologi menuntut penyesuaian kontinu. Oleh karena itu, kepalaDi sisi lain, keterbatasan sumber daya, tantangan kebijakan eksternal, dan perkembangan teknologi menuntut penyesuaian kontinu. Oleh karena itu, kepala
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan pengembangan budaya organisasi sekolah berbasis kolaborasi.Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan pengembangan budaya organisasi sekolah berbasis kolaborasi.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil penelitian menunjukkan bahwa program coaching dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensiHasil penelitian menunjukkan bahwa program coaching dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Filsafat idealisme menempatkan ide, nilai, dan cita-cita sebagai pusat dari segala proses pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai upaya memanusiakan manusiaFilsafat idealisme menempatkan ide, nilai, dan cita-cita sebagai pusat dari segala proses pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai upaya memanusiakan manusia
Useful /
UNKRISUNKRIS Kedua, dari proses penelitian yang telah dilakukan, dapat ditemukan bahwa kriteria yang digunakan seperti Penilaian SIMAK Dosen, Penilaian SIMAK Admin,Kedua, dari proses penelitian yang telah dilakukan, dapat ditemukan bahwa kriteria yang digunakan seperti Penilaian SIMAK Dosen, Penilaian SIMAK Admin,
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah intervensi pendidikanAnalisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah intervensi pendidikan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dukungan pemerintah, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ini dan menjadikannya strategi efektif bagiDukungan pemerintah, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi informasi diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ini dan menjadikannya strategi efektif bagi
ZAMRONEDUZAMRONEDU The results of the study also showed that there were 6 students in the high category, 17 students in the medium category, and 5 students in the low categoryThe results of the study also showed that there were 6 students in the high category, 17 students in the medium category, and 5 students in the low category