UNIFLORUNIFLOR

Prima Magistra: Jurnal Ilmiah KependidikanPrima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan

Pendidikan agama Hindu di sekolah dasar sering kali bersifat normatif, memberikan ruang terbatas untuk dialog kritis, meskipun ajaran Catur Guru mengandung nilai-nilai penting untuk membentuk karakter siswa. Studi ini menekankan analisis wacana pedagogis dalam penerapan model SUWINDIA yang terintegrasi dengan epistemologi Catur Pramāṇa Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka Analisis Wacana Kritis (CDA) Fairclough, mencakup dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen buku teks Catur Guru. Temuan menunjukkan bahwa, pada dimensi teks, guru menggunakan kata kunci agama, metafora, dan koherensi untuk menanamkan nilai spiritual; pada tingkat praktik wacana, interaksi guru-siswa merekontekstualisasikan nilai Catur Guru melalui diskusi, instruksi, dan refleksi; sedangkan pada tingkat praktik sosial, pembelajaran berfungsi sebagai media internalisasi ketakwaan, disiplin, dan kesadaran spiritual. Penerapan SUWINDIA menunjukkan kesesuaian dengan Catur Pramāṇa, karena mendorong siswa belajar melalui pengalaman langsung, penalaran, analogi, dan ajaran suci. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan agama Hindu yang lebih dialogis, reflektif, dan relevan dalam pendidikan dasar.

Pembelajaran Catur Guru di SDN 1 Banyuning tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membentuk identitas, hubungan sosial, dan sistem nilai siswa melalui praktek wacana.Model SUWINDIA kompatibel dengan epistemologi Catur Pramāṇa, memungkinkan siswa berinteraksi dengan pengetahuan melalui pengalaman langsung, penalaran, analogi, dan otoritas suci.Temuan ini menegaskan peran penting bahasa dalam pendidikan agama Hindu, menunjukkan bagaimana wacana kelas meningkatkan kesadaran kritis dan spiritual.Studi ini memberikan model kontekstual bagi pendidikan agama berbasis nilai, serta mendorong pengembangan karakter siswa secara holistik.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas model SUWINDIA dalam konteks regional yang berbeda untuk memahami adaptasi budaya lokal. 2. Pengembangan integrasi teknologi digital dengan model SUWINDIA dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama. 3. Studi jangka panjang tentang dampak model SUWINDIA terhadap pengembangan karakter siswa dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan nilai-nilai agama dalam pendidikan dasar. Penelitian ini harus menekankan bagaimana prinsip-prinsip Catur Guru dapat diperkuat melalui metode inovatif yang sesuai dengan perkembangan sosial dan teknologi.

  1. EXPLORING CATUR GURU VALUES IN CLASSROOM INTERACTION: A PEDAGOGICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE SUWINDIA... doi.org/10.37478/jpm.v7i1.6687EXPLORING CATUR GURU VALUES IN CLASSROOM INTERACTION A PEDAGOGICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE SUWINDIA doi 10 37478 jpm v7i1 6687
  2. Peran Kebudayaan Dalam Dunia Pendidikan THE ROLE OF CULTURE IN THE WORLD OF EDUCATION | Widyastuti |... journal.unindra.ac.id/index.php/jagaddhita/article/view/810Peran Kebudayaan Dalam Dunia Pendidikan THE ROLE OF CULTURE IN THE WORLD OF EDUCATION Widyastuti journal unindra ac index php jagaddhita article view 810
  3. Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Karakter Siswa | Jurnal Basicedu.... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/3148Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Karakter Siswa Jurnal Basicedu jbasic index php basicedu article view 3148
  4. Critical Discourse Analysis | The Critical Study of Language | Norman. critical discourse analysis study... doi.org/10.4324/9781315834368Critical Discourse Analysis The Critical Study of Language Norman critical discourse analysis study doi 10 4324 9781315834368
Read online
File size424.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test