UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Syariah: Jurnal Hukum dan PemikiranSyariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran

Penelitian ini mengkaji konsep ihyā al-mawāt yang diterapkan oleh Syekh Muhammad Arshad al-Banjari pada masyarakat Banjar pada abad ke-18, dengan fokus pada signifikansi sosio-ekonomi dan hukumnya. Meskipun ihyā al-mawāt - revitalisasi tanah terlantar - telah didokumentasikan dengan baik dalam yurisprudensi Islam, penerapannya secara praktis oleh Syekh Muhammad Arshad masih belum banyak diteliti. Dengan menggunakan pendekatan historis dan kerangka hukum normatif, penelitian ini menyelidiki metode yang digunakan dalam pengolahan lahan, pembentukan sistem pertanian komunal, dan integrasi mereka ke dalam lembaga-lembaga pesantren. Temuan menunjukkan bahwa Syekh Muhammad Arshad memprakarsai reklamasi lahan melalui upaya kolektif komunitasnya, mengubah daerah rawa dan daerah yang terabaikan menjadi lahan pertanian yang subur. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga meletakkan dasar bagi model agroekonomi dalam pendidikan pesantren. Studi ini menggarisbawahi relevansi abadi prinsip-prinsip hukum Islam dalam menjawab tantangan masyarakat dan mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Ihya al-mawat di masyarakat Banjar pada abad ke-18 dipraktikkan oleh Sheikh Muhammad Arshad Al-Banjari dalam bentuk pembuatan saluran air sebagai bagian dari aktivitasnya sebagai cendekiawan dan tokoh yang menjadi bagian dari Kerajaan Banjar.Hal ini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan ihya al-mawat dan didukung oleh masyarakat.Bentuk ihya al-mawat yang dilakukan oleh Sheikh Muhammad Arshad Al-Banjari terdiri dari tiga hal.membuka lahan baru di dalam pagar, selain menjadi tempat tinggal juga mendirikan perkebunan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sehingga tidak perlu pergi ke pasar atau ke Ibu Kota Kerajaan, mengolah lahan yang sebelumnya rawa dan tidak ditanami, dan membuat Sungai Tuan, agar menjadi saluran air dan menjadikan lahan menjadi subur.Salah satu catatan penting dalam ihya al-mawat yang dilakukannya adalah secara kolektif, yang terlihat dari bantuan dari menantu perempuannya dan peran aktif masyarakat Banjar pada saat itu.Dampak ihya al-mawat adalah ekonomi, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui agro-ekonomi, yaitu melalui gerakan pertanian.Hal ini dapat menginspirasi orang-orang secara umum atau banyak pondok pesantren di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak sosial dan ekonomi dari inisiatif Sheikh Muhammad Arshad dalam merevitalisasi lahan terlantar. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana inisiatif tersebut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Banjar secara keseluruhan, termasuk aspek sosial dan budaya. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada peran pesantren dalam mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum Islam dalam pengelolaan lahan. Hal ini dapat mencakup studi kasus tentang bagaimana pesantren di Banjar menerapkan model agroekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mengatasi tantangan lingkungan dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Banjar saat ini. Studi ini dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan strategi-strategi yang dapat diadopsi untuk mencapai pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

  1. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. charity values islamic inheritance malang shar... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/19986Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam charity values islamic inheritance malang shar jurnal ar raniry ac index php samarah article view 19986
  2. MERAJUT DUNIA ISLAM DUNIA MELAYU | Wahyudin | Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman. merajut dunia islam... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-fikra/article/view/4002MERAJUT DUNIA ISLAM DUNIA MELAYU Wahyudin Al Fikra Jurnal Ilmiah Keislaman merajut dunia islam ejournal uin suska ac index php al fikra article view 4002
  3. Actualizing Islamic Economic Law in the Digital Era: A Study of the Application of Khiyar al-Majlis in... doi.org/10.31958/juris.v23i2.11573Actualizing Islamic Economic Law in the Digital Era A Study of the Application of Khiyar al Majlis in doi 10 31958 juris v23i2 11573
Read online
File size848.94 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test