UNIBOUNIBO

Edukais : Jurnal Pemikiran KeislamanEdukais : Jurnal Pemikiran Keislaman

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai lokal masyarakat Situbondo. Metode fenomenologi digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana peserta memahami nilai-nilai lokal. Wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data dari tiga partisipan yang direkrut menggunakan teknik sampling terfokus dan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai masyarakat Situbondo dapat dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu nilai-nilai dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, hubungan interpersonal, dan intrapersonal. Dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, konsep utama nilai masyarakat Situbondo mencerminkan prinsip kerelawanan, yang berarti keikhlasan dan rasa syukur. Sedangkan dalam hubungan manusia dengan alam, kemampuan beradaptasi mendukung terciptanya ekosistem yang baik terhadap lingkungan.

Nilai-nilai budaya masyarakat Situbondo terbagi menjadi empat dimensi, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, manusia dengan diri sendiri, serta manusia dengan alam.Dalam hubungan dengan Tuhan, nilai utamanya adalah keikhlasan dan rasa syukur melalui konsep kerelawanan.Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan perlu dikaji lebih lanjut dalam konteks psikologi Islam.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menggali bagaimana nilai-nilai lokal masyarakat Situbondo, khususnya konsep kerelawanan, ditanamkan dalam pendidikan keluarga dan pesantren sejak dini. Kedua, penting untuk mempelajari pengaruh nilai adaptasi terhadap alam dalam masyarakat Situbondo terhadap perilaku ramah lingkungan di era perubahan iklim. Ketiga, perlu kajian komparatif antara nilai budaya Situbondo dengan komunitas Madura lainnya untuk melihat kesamaan dan perbedaan dalam aspek psikologi keagamaan, serta bagaimana nilai-nilai tersebut berkontribusi terhadap ketahanan sosial komunitas. Penelitian-penelitian ini dapat memperkaya wawasan psikologi Islam berbasis lokal serta memberikan kontribusi pada pengembangan modul pendidikan karakter yang kontekstual. Dengan pendekatan kualitatif mendalam dan partisipatif, hasilnya dapat menjadi dasar penguatan identitas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Selain itu, studi tentang transmisi nilai antar generasi dapat mengungkap tantangan modernisasi terhadap pelestarian budaya lokal. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran tokoh agama dan intelektual lokal dalam memaknai ulang nilai tradisional agar tetap relevan. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya menjawab aspek deskriptif, tetapi juga membuka jalan bagi psikologi Islam yang berakar pada realitas budaya. Temuan dari arah studi ini diharapkan dapat digunakan untuk intervensi sosial yang lebih efektif di masyarakat pesisir. Pada akhirnya, pengembangan pengetahuan lokal berbasis Islam dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

  1. #pola interaksi#pola interaksi
  2. #lokal masyarakat#lokal masyarakat
Read online
File size234.1 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2u8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test