IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE

SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis IslamSERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam

Desa Paluh Kemiri, yang terletak di wilayah Lubuk Pakam, Indonesia, sebagian besar bergantung pada pertanian sebagai mata pencahariannya. Namun, penduduk menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, pendapatan rendah, dan kurangnya dukungan pemerintah. Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) merupakan indikator kesejahteraan mereka. Metode penelitian meliputi observasi dan wawancara untuk menilai kebahagiaan masyarakat petani menggunakan parameter NTPRP. Nilai NTPRP minimum adalah 0,56, yang menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga melebihi pendapatan, sehingga menyulitkan petani untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan non-pertanian. Nilai NTPRP maksimum adalah 5,43, yang menunjukkan bahwa beberapa petani dapat memenuhi kebutuhan mereka. Rata-rata, NTPRP adalah 1,31, yang menunjukkan bahwa sebagian besar petani mampu membiayai pengeluaran mereka. Selain itu, data BPS NTP Sumatera Utara pada Mei 2025 menunjukkan bahwa petani mengalami surplus dengan nilai 139,53.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan petani yang menjadi responden dalam penelitian ini berasal dari usaha pertaniannya yang mencapai 83,96%, kemudian pendapatan yang diperoleh dari sektor non-pertanian padi adalah 4,47% dari peternakan dan 2,95% dari kebun sayur dan buah.Untuk pendapatan dari non-pertanian, yaitu ojek 3,09% dan buruh bangunan 5,50% saja.Hal ini dikarenakan petani hanya melakukan pekerjaan non-pertanian pada waktu luang, yaitu ketika mereka tidak mengurus usaha pertaniannya atau menunggu panen.Namun, ketika keluarga petani padi hanya bergantung pada pendapatan dari usaha pertanian padi saja, maka keluarga petani perlu mengelola keuangan dengan baik, jika pengelolaan keuangan tidak baik, maka keluarga petani padi tidak akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, sehingga perlu mengoptimalkan waktu luangnya, yaitu ketika tidak mengurus usaha pertanian atau menunggu panen.Sementara itu, pengeluaran untuk makanan dan non-makanan berbeda.Persentase pengeluaran untuk makanan sebesar 56,2% lebih besar daripada pengeluaran non-makanan sebesar 43,8%.Artinya, konsumsi makanan lebih besar daripada non-makanan.Hal ini dikarenakan kebutuhan makanan adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan strategi keuangan yang efektif bagi petani. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan keuangan, seperti manajemen keuangan pribadi, perencanaan investasi, dan akses ke layanan keuangan formal. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan, mengurangi disparitas pendapatan-pengeluaran, dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti sistem informasi pertanian, petani dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat membantu petani dalam mengelola sumber daya, mengoptimalkan penggunaan input pertanian, dan meningkatkan pendapatan mereka. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model bisnis pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini dapat menganalisis berbagai model bisnis pertanian yang sukses, seperti pertanian organik, pertanian ramah lingkungan, atau pertanian sosial. Dengan demikian, petani dapat mengadopsi praktik-praktik yang berkelanjutan dan meningkatkan keberlanjutan pertanian pedesaan. Dengan menggabungkan strategi keuangan yang efektif, teknologi pertanian modern, dan model bisnis pertanian yang berkelanjutan, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

  1. The Function of Zakat in Islamic Economics: An Analytical Study| IUSRJ. function zakat islamic economics... doi.org/10.59271/s45417.024.1558.2The Function of Zakat in Islamic Economics An Analytical Study IUSRJ function zakat islamic economics doi 10 59271 s45417 024 1558 2
  2. Pengaruh Pembangunan Sektor Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani di Kabupaten Sragen | Indriyani |... ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/sear/article/view/4666Pengaruh Pembangunan Sektor Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani di Kabupaten Sragen Indriyani ejournal upnjatim ac index php sear article view 4666
  3. Economic Welfare from Islamic Perspective by Mahadzir Ahmad :: SSRN. economic welfare islamic perspective... papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1530092Economic Welfare from Islamic Perspective by Mahadzir Ahmad SSRN economic welfare islamic perspective papers ssrn sol3 papers cfm abstract id 1530092
Read online
File size789.33 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test