ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan atau aktivitas baik pada skala rumah tangga maupun pada skala perkantoran atau industri. Namun pada kenyataannya masih banyak daerah pedesaan yang belum dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu contoh daerah pedesaan yang belum menikmati listrik dari PLN hingga saat ini adalah dusun Delo, yang secara administratif terletak di desa Delo, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental nyata, yaitu melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat diketahui berapa besar daya listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan dan arus listrik (BHP) yang dihasilkan oleh turbin angin Savonius. BHP tertinggi terjadi pada kecepatan angin 7,65 m/s dengan nilai BHP sebesar 87,49 Watt, sedangkan BHP terendah terjadi pada kecepatan angin 3,25 m/s dengan nilai BHP 11,76 Watt. Rancangan turbin angin Savonius ini juga dapat menghasilkan efisiensi tertinggi pada kecepatan angin 5,5 m/s dengan nilai efisiensi sebesar 25,51% dan pada kecepatan angin 6,49 m/s dengan nilai efisiensi sebesar 26,69%, sedangkan efisiensi terendah terjadi pada kecepatan angin 3,25 m/s yaitu sebesar 11,68%.

Kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan, arus listrik (BHP), torsi, dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin angin Savonius yang digunakan sebagai pembangkit listrik bagi masyarakat di daerah pedesaan.Rancangan turbin angin Savonius dengan tiga sudu mampu menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 26,69%, sedangkan rotor dua sudu menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 21,50%.Dengan demikian, turbin tiga sudu lebih unggul dalam efisiensi dibandingkan rotor dua sudu pada berbagai kecepatan angin.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi bentuk sudu non-standar terhadap kinerja turbin angin Savonius tiga sudu di lokasi dengan kecepatan angin rendah seperti di daerah terpencil Nusa Tenggara Timur, untuk menemukan desain yang lebih optimal secara lokal. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan sistem penyimpanan energi berbasis baterai lithium-ion yang terjangkau dan tahan lama dalam integrasi dengan turbin angin Savonius skala kecil, guna menjamin pasokan listrik stabil meskipun angin tidak bertiup kencang. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang adaptasi sistem hybrid turbin angin Savonius dengan panel surya di daerah terpencil, untuk mengevaluasi kemampuan sistem hibrida dalam memenuhi kebutuhan listrik harian masyarakat pedesaan secara lebih andal dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan membawa inovasi lebih lanjut dalam pemanfaatan energi terbarukan yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat. Temuan dari penelitian lanjutan dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan energi desa yang mandiri dan ramah lingkungan.

Read online
File size361.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test