ITNITN
JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEELKrisis air bersih di wilayah pesisir dan terpencil mendorong penelitian alat destilasi air payau menjadi air tawar dengan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat destilasi, serta mengetahui pengaruh desain dan bahan penyerap terhadap kapasitas dan efisiensi alat. Pengujian dilakukan pada alat destilasi dengan desain plat datar dan bahan penyerap stainless steel, galvanis, dan aluminium. Hasil menunjukkan bahwa efisiensi alat meningkat seiring waktu, namun menurun setelah pukul 14.00 WITA. Efisiensi tertinggi dicapai pada jam 13.00 WITA dengan nilai 35,64% untuk stainless steel, 34,47% untuk galvanis, dan 32,11% untuk aluminium. Penelitian ini menunjukkan bahwa alat destilasi air payau dengan energi surya dapat menjadi solusi untuk menyediakan air bersih di wilayah yang kekurangan air.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan alat penyulingan air payau menggunakan penyerap radiasi matahari berbahan stainless steel dapat menghasilkan efisiensi maksimum sebesar 35,46% pada pukul 13.Selain itu, desain penyerap radiasi galvanis menghasilkan efisiensi maksimum 34,47% pada waktu yang sama.Dengan demikian, alat destilasi air payau berbasis energi surya berpotensi menjadi solusi penyediaan air bersih di wilayah pesisir.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi desain kolektor surya plat datar, termasuk variasi sudut kemiringan dan penggunaan material penyerap alternatif untuk meningkatkan efisiensi penyerapan radiasi matahari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem destilasi multi-tahap untuk meningkatkan produksi air tawar dan mengurangi konsumsi energi. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak sosial dan ekonomi dari penerapan teknologi destilasi air payau berbasis energi surya terhadap masyarakat pesisir, termasuk aspek ketersediaan biaya, kemudahan perawatan, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah krisis air bersih di wilayah pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
| File size | 202.57 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STMIKBINSASTMIKBINSA Sistem ini berpotensi diterapkan pada aplikasi pemantauan struktur bawah laut dan sistem peringatan dini tsunami. Sistem pemantauan yang dikembangkan mampuSistem ini berpotensi diterapkan pada aplikasi pemantauan struktur bawah laut dan sistem peringatan dini tsunami. Sistem pemantauan yang dikembangkan mampu
STMIKBINSASTMIKBINSA Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai maturity untuk masing-masing domain sebagai berikut. Event Management memiliki nilai 2,9, Incident ManagementBerdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai maturity untuk masing-masing domain sebagai berikut. Event Management memiliki nilai 2,9, Incident Management
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (ThermoelectricPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kaca film tingkat kegelapan 80%, serta menentukan sudut kemiringan optimal dengan mengetahuiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kaca film tingkat kegelapan 80%, serta menentukan sudut kemiringan optimal dengan mengetahui
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini sukses merancang sistem pompa sentrifugal berkapasitas 3,25 m³/jam untuk pengisian tandon air di Desa Jajaran Baru, dengan hasil analisisPenelitian ini sukses merancang sistem pompa sentrifugal berkapasitas 3,25 m³/jam untuk pengisian tandon air di Desa Jajaran Baru, dengan hasil analisis
STMIKBINSASTMIKBINSA Hasilnya ditemukan pola signifikan, seperti pembelian backpack dan loafers berasosiasi kuat dengan raincoat (confidence 74%). Algoritma Apriori terbuktiHasilnya ditemukan pola signifikan, seperti pembelian backpack dan loafers berasosiasi kuat dengan raincoat (confidence 74%). Algoritma Apriori terbukti
UNIKOMUNIKOM Pada pengujian kedua dengan adanya gangguan (noise), logika fuzzy tipe-2 lebih baik dalam mencapai rise time dengan waktu 693. 6 detik dan settling timePada pengujian kedua dengan adanya gangguan (noise), logika fuzzy tipe-2 lebih baik dalam mencapai rise time dengan waktu 693. 6 detik dan settling time
UNJUNJ Hasil perancangan media pembelajaran Trainer Penerapan Rangkaian Elektronika digunakan untuk praktikum pada materi FET/MOSFET sebagai penguat daya, MOSFETHasil perancangan media pembelajaran Trainer Penerapan Rangkaian Elektronika digunakan untuk praktikum pada materi FET/MOSFET sebagai penguat daya, MOSFET
Useful /
ITNITN Tanpa perlakuan alkali NaOH 5% pada serat pelepah salak menghasilkan nilai kekuatan bending dan kekuatan impak lebih meningkat daripada dengan perlakuanTanpa perlakuan alkali NaOH 5% pada serat pelepah salak menghasilkan nilai kekuatan bending dan kekuatan impak lebih meningkat daripada dengan perlakuan
ITNITN Namun pada kenyataannya masih banyak daerah pedesaan yang belum dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu contoh daerahNamun pada kenyataannya masih banyak daerah pedesaan yang belum dapat menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu contoh daerah
UNIKOMUNIKOM Data-data yang dikirimkan telah dirancang dengan mengacu pada standar dan spesifikasi Bluetooth Generic Attribute Profile (GATT). Dalam pengujian menggunakanData-data yang dikirimkan telah dirancang dengan mengacu pada standar dan spesifikasi Bluetooth Generic Attribute Profile (GATT). Dalam pengujian menggunakan
UNIKOMUNIKOM Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9694 ms. Jitter yang terukur pada Provider X adalah 5,8672 ms,Delay yang terukur pada Provider X adalah 5,8670 ms, sedangkan pada Provider Y adalah 1,9694 ms. Jitter yang terukur pada Provider X adalah 5,8672 ms,