UNDIRAUNDIRA

Jurnal TeraJurnal Tera

Sejak tahun 2020, dunia konstruksi di Indonesia mengalami percepatan digitalisasi, salah satunya dengan makin meluasnya penggunaan Building Information Modeling (BIM) di berbagai proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara, MRT Jakarta, dan bandara internasional. Walaupun manfaat BIM semakin diakui, penerapan di kalangan konsultan konstruksi masih menghadapi banyak rintangan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya tenaga ahli BIM yang profesional, padahal kebutuhan terhadap keterampilan ini kian meningkat, sementara pelatihan BIM yang tersedia masih sangat terbatas. Investasi untuk menggunakan BIM pun tidak murah, termasuk biaya lisensi perangkat lunaknya yang cukup besar, dan regulasi pemerintah saat ini baru bersifat sukarela, belum wajib untuk semua proyek. Penelitian ini dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dari database akademik Google Scholar, Web of Sains (WoS) dan Crossref memfokuskan pada kendala penerapan BIM di sektor konstruksi. Dari ribuan temuan awal, dipilih 26 artikel paling relevan untuk dianalisis mendalam dengan analisis bibliometrik. Analisis tersebut membantu mengidentifikasi lima kelompok utama hambatan adopsi BIM serta tren kolaborasi dan fokus riset yang berkembang di negara-negara berkembang. Penelitian ini menyoroti bahwa perhatian pada topik BIM terus meningkat dalam dekade terakhir, namun juga menegaskan pentingnya strategi khusus agar adopsi BIM di konsultan konstruksi Indonesia berjalan lebih lancar dan merata.

Kajian mengenai BIM saat ini semakin banyak dilakukan.Peta kepadatan menunjukkan semakin kuning warna dengan diameter lingkaran terbesar, maka semakin padat kata kunci tersebut.Jika lebih sering muncul dan warnanya memudar dan menyatu dengan latar belakang hijau, maka semakin jarang muncul.Penelitian tentang BIM paling banyak dilakukan, diikuti oleh penelitian tentang hambatan.Penelitian tentang implementasi merupakan penelitian yang paling jarang dilakukan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pelatihan BIM yang ada, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan melibatkan praktisi BIM berpengalaman. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi insentif dan disinsentif yang paling efektif dalam mendorong adopsi BIM di kalangan konsultan konstruksi, termasuk analisis dampak regulasi pemerintah terhadap penerapan BIM. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak penerapan BIM terhadap produktivitas, kualitas, dan biaya proyek konstruksi di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran perusahaan, jenis proyek, dan tingkat adopsi BIM. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan penerapan BIM di industri konstruksi Indonesia, serta meningkatkan daya saing perusahaan konstruksi di era digital.

Read online
File size449.15 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test