ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Kemiri merupakan tanaman yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Masyarakat di Dusun Punik, Kabupaten Sumbawa sebagian besar berprofesi sebagai petani kemiri. Proses pengeringan kemiri masih tradisional, membutuhkan waktu hingga 2 hari pada musim panas dan lebih dari 4 hari pada musim hujan untuk kapasitas 100 kg. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan teknologi yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas proses pengeringan kemiri, dengan memanfaatkan limbah biomassa cangkang kemiri dan tongkol jagung sebagai bahan bakarnya. Pembuatan alat pengering kemiri jenis kompor biomassa meliputi perancangan, pembuatan rangka, pipa panas, kotak pengering kemiri, pemasangan badan, pengecatan badan dan perakitan sistem kendali Arduino ATmega328. Pengujian suhu menunjukkan bahwa penggunaan cangkang kemiri memberikan suhu konstan pada suhu rata-rata 55-67°C, sementara penggunaan tongkol jagung menghasilkan suhu yang relatif tidak stabil, dengan suhu rata-rata 60-80°C. Kadar air pengeringan dikendalikan oleh bahan bakar dari cangkang kemiri, dengan kadar air kemiri diperkirakan sebesar 3,7% selama pengeringan, dan tongkol jagung hingga 3,5%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk proses pemecahan kemiri, nilai kadar air kemiri yang sesuai adalah 3,7% dari penggunaan bahan bakar biomasa cangkang kemiri.

Penelitian ini menghasilkan alat pengering kemiri tipe tungku pembakaran biomassa yang berhasil dibuat melalui proses perancangan, fabrikasi, dan perakitan.Pengujian menunjukkan bahwa cangkang kemiri menghasilkan suhu yang lebih stabil dibandingkan tongkol jagung, sehingga lebih cocok digunakan sebagai bahan bakar untuk proses pengeringan.Kadar air kemiri yang optimal untuk proses pemecahan adalah 3,7% yang dicapai dengan menggunakan cangkang kemiri sebagai bahan bakar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai optimasi desain alat pengering, termasuk bentuk dan ukuran tungku pembakaran, serta konfigurasi pipa panas, untuk meningkatkan efisiensi termal dan pemerataan suhu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol otomatis yang lebih canggih, misalnya dengan memanfaatkan sensor kelembaban dan algoritma kontrol PID, untuk menjaga kadar air kemiri pada tingkat yang optimal secara real-time. Ketiga, eksplorasi penggunaan jenis biomassa lain sebagai bahan bakar alternatif, seperti serbuk gergaji atau sekam padi, dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada cangkang kemiri dan meningkatkan keberlanjutan energi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengeringan kemiri yang lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kemiri.

Read online
File size429.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test