POLITANI KOEPOLITANI KOE

PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional Penelitian

Mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai di daerah tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon atau perdu yang mampu tumbuh di perairan asin. Komunitas merupakan susunan bentuk dari suatu vegetasi yang dapat digunakan dalam penentuan keanekaragaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove di pantai Oebelo Kecil. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Agustus 2024 dengan metode sampling dengan menggunakan analisis vegetasi untuk menghitung besarnya kerapatan, frekuensi, dominansi, indeks nilai penting dari masing – masing jenis. Hasil penelitian menunjukan 8 jenis mangrove dengan total induvidu yang ditemukan adalah 3083 induvidu. Jenis vegetasi mangrove yang ditemukan antara lain: Lumnitzera racemosa, Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris dan Aegialitis annulata R.Br. Struktur komunitas mangrove ditunjukan dengan jumlah induvidi setiap tingkatan pertumbuhan vegetasi mangrove yang berada di pesisir pantai Oebelo kecil. Indeks nilai penting tertinggi untuk tingkat semai jenis Avicennia marina sebesar, 123,48%, tingkat pancang jenis Sonertia alba sebesar 93,86% dan tingkat pohon Sonneratia alba dengan nilai 104,10%.

Berdasarkan hasil penelitian terdapat delapan jenis vegetasi, yaitu Sonneratia alba, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris, Lumnitzera racemosa, Rhizophora apiculata, Avicennia marina dan Aegialitis annulata R.Keanekaragaman hutan mangrove di pantai Oebelo Kecil termasuk dalam kategori sedang meskipun terdiri dari sembilan spesies yang berbeda.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana variasi salinitas air laut memengaruhi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup spesies Avicennia marina serta Sonneratia alba yang dominan di pantai Oebelo Kecil. Selanjutnya, penggunaan citra satelit dan teknik fotogrametri dapat dipakai untuk memantau perubahan tutupan mangrove selama dekade terakhir, sehingga dapat menilai dampak aktivitas manusia seperti penebangan dan pembangunan terhadap keanekaragaman spesies. Penelitian ketiga dapat merancang dan menguji protokol restorasi berbasis partisipasi masyarakat yang menekankan penanaman kembali spesies kurang umum seperti Rhizophora mucronata dan Lumnitzera racemosa, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan struktur komunitas dan fungsi ekosistem. Evaluasi tersebut diharapkan memberikan data ilmiah yang lebih lengkap untuk mendukung kebijakan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Akhirnya, hasil-hasil ini dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya konservasi kawasan pesisir dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pelestarian.

  1. Rates and drivers of mangrove deforestation in Southeast Asia, 2000–2012 | PNAS. rates drivers... doi.org/10.1073/pnas.1510272113Rates and drivers of mangrove deforestation in Southeast Asia 2000Ae2012 PNAS rates drivers doi 10 1073 pnas 1510272113
  2. Local indigenous strategy to rehabilitate and conserve mangrove ecosystem in the southeastern Gulf of... doi.org/10.13057/biodiv/d210353Local indigenous strategy to rehabilitate and conserve mangrove ecosystem in the southeastern Gulf of doi 10 13057 biodiv d210353
Read online
File size421.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test