POLITANI KOEPOLITANI KOE
PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kandungan mineral biji arbila (Phaseolus lunatus L.) berbagai aksesi berkategori ringan dari Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Mei-Oktober 2023, yang berlokasi di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Nutrisi Ternak Politani Kupang. Alat dan bahan yang digunakan adalah timbangan digital dengan kapasitas 5 kg dan skala terkecil 1 g, nampan, oven pengering dan desikator, biji arbila dari berat biji berkategori ringan, plastik klip dan kantong plastik. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan biji arbila, pengidentifikasian biji, pemisahan biji menurut aksesi berdasarkan morfologi biji, pengovenan, penimbangan biji, pengelompokan dalam kategori ringan dengan berat biji 11-24 g/100 biji, preparasi sampel, penggilingan, pengayakan dengan diameter saringan 1 mm, dan analisis kadar mineral. Variabel yang diamati kadar mineral meliputi kadar kalsium (Ca), kadar fosfor (P), dan kadar kalium (K). Data dideskriptifkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 aksesi arbila yang berkategori ringan. Kadar Ca biji arbila tertinggi pada K40 (0,59%) dan terendah K1 (0,30%) dengan rata-rata 0,46%. Kadar K tertinggi pada K41 (1,23%), dan terendah pada K1 (1,09%) dengan rata-rata 1,18%. Kadar P tertinggi pada K40 (0,77%) dan terendah pada K2 (0,50%) dengan rata-rata 0,62%. Disimpulkan bahwa kadar mineral biji arbila dari aksesi dengan berat biji berkategori ringan adalah Ca berkisar antara 0,30 - 0,59%, kadar K berkisar antara 1,09 -1,23% dan kadar P berkisar antara 0,50 – 0,77%.
Pada biji arbila yang berkategori ringan, mengandung 0,3-0,59% kalsium, 1,09-1,23% kalium dan 0,50-0,77% fosfor.Kadar mineral biji arbila dari aksesi yang tergolong ringan adalah bervariasi antara aksesinya.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kandungan nutrisi biji arbila dari aksesi berkategori sedang dan berat untuk membandingkan perbedaan kandungan mineral antar kategori. Selain itu, penting untuk meneliti dampak jangka panjang penggunaan biji arbila sebagai pakan ternak ruminansia terhadap kesehatan dan produktivitas ternak. Terakhir, penelitian bisa mengkaji potensi penggunaan biji arbila dalam campuran pakan ternak dengan bahan tambahan lain untuk meningkatkan kualitas nutrisi secara optimal.
| File size | 348.05 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalahSelain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalah
UMKUMK Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan briket arang. Peserta terdiri dari Pemerintah Desa Besito, BumDesMetode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan briket arang. Peserta terdiri dari Pemerintah Desa Besito, BumDes
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Berdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat fesesBerdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat feses
UMGUMG Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kondisi pemeliharaan pada sistem bioflok berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kinerja produksi ikan lele (ClariasHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kondisi pemeliharaan pada sistem bioflok berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kinerja produksi ikan lele (Clarias
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya.Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya.
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang bermakna antara Jumlah Gigi Susu Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja PuskesmasBerdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang bermakna antara Jumlah Gigi Susu Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas
UmriUmri Akan tetapi kemampuan larva T. molitor dalam mendegradasi pakan masker masih belum optimal sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh kombinasi pakanAkan tetapi kemampuan larva T. molitor dalam mendegradasi pakan masker masih belum optimal sehingga perlu dilakukan penelitian pengaruh kombinasi pakan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Biji nangka yang biasanya terbuang setelah dikonsumsi buahnya dapat diolah menjadi makanan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakanBiji nangka yang biasanya terbuang setelah dikonsumsi buahnya dapat diolah menjadi makanan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertujuan memberdayakan
Useful /
POLITANI KOEPOLITANI KOE Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dengan menilai keanekaragaman, kekayaan dan kemerataan jenis aves serta tantangan konservasi keanekaragamanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dengan menilai keanekaragaman, kekayaan dan kemerataan jenis aves serta tantangan konservasi keanekaragaman
UmriUmri Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square dan multipel regresi logistik.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan uji chi-square dan multipel regresi logistik.
UmriUmri Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan responden tentang rumah tangga sehat di RT 04 RW 06 Kelurahan Kampung Melayu Sukajadi PekanbaruHasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan responden tentang rumah tangga sehat di RT 04 RW 06 Kelurahan Kampung Melayu Sukajadi Pekanbaru
UmriUmri Pengolahan limbah surfaktan secara elektrokoagulasi efektif pada kerapatan arus 50 A/m2 dengan waktu elektrolisis 60 menit dengan efisiensi penurunan kadarPengolahan limbah surfaktan secara elektrokoagulasi efektif pada kerapatan arus 50 A/m2 dengan waktu elektrolisis 60 menit dengan efisiensi penurunan kadar