POLITANI KOEPOLITANI KOE
PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianKulit buah seringkali dianggap sebagai limbah yang belum diolah secara optimal oleh sebagian masyarakat Indonesia, padahal dalam limbah kulit buah masih memiliki komponen bioaktif seperti senyawa antioksidan dan antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian ini memanfaatkan kulit buah naga dan nenas sebagai bahan baku pembuatan wine, yang dikombinasikan dengan gula lontar dan beberapa rempah untuk memperkaya cita rasa wine yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis aktivitas antioksidan dan kandungan antosianin wine kulit buah naga-nenas yang dilakukan melalui proses fermentasi anaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dalam wine kulit buah naga-nenas setelah 1 bulan aging sebesar 50,31% dan kandungan antosianinnya adalah sebesar 8.6 mg/100g sampel. Penelitian ini akan menjadi dasar untuk memahami potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga dan nenas bagi pengembangan produk inovatif wine. Selain itu, dengan mengetahui kandungan antioksidan dan antosianin dalam wine dapat menjadi indikator dalam mengatur proses produksi untuk memaksimalkan senyawa bermanfaat ini bagi kesehatan.
Penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas antioksidan yang terdeteksi dalam wine disebabkan oleh efek sinergis dari keberadaan senyawa antosianin yang bersumber dari kulit buah naga dan nenas serta rempah-rempah yang ditambahkan dalam proses pembuatan wine tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses fermentasi wine kulit buah naga dan nenas agar dapat menghasilkan wine dengan kualitas dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Kedua, penelitian tentang efek sinergis antara senyawa antosianin dan rempah-rempah dalam wine dapat dilakukan untuk memahami mekanisme kerja dan potensi manfaatnya bagi kesehatan. Ketiga, studi komparatif antara wine kulit buah naga dan nenas dengan wine buah lainnya dapat dilakukan untuk mengetahui perbedaan kandungan nutrisi dan aktivitas antioksidan di antara jenis wine tersebut.
| File size | 295.92 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
USN LAMPUNGUSN LAMPUNG POC limbah ikan menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik terhadap variable pengamatan tanaman Kailan, dibandingkan dengan POC limbah kulit nanas.POC limbah ikan menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik terhadap variable pengamatan tanaman Kailan, dibandingkan dengan POC limbah kulit nanas.
ILININSTITUTEILININSTITUTE Kawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologiKawasan Lenggong Perak sebagai salah satu pusat penghasil durian, namun belum mampu mengatasi permasalahan limbah durian, sehingga diperlukan suatu teknologi
UNSIMARUNSIMAR Padahal limbah air kelapa dapat diolah dan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Penggunaan limbah air kelapa sebagai bahan baku pembuatan pupuk organicPadahal limbah air kelapa dapat diolah dan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Penggunaan limbah air kelapa sebagai bahan baku pembuatan pupuk organic
STIKES ISFISTIKES ISFI Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan limbah pertanian yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Berbagai penelitianKulit pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan limbah pertanian yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Berbagai penelitian
JOMPARNDJOMPARND Peserta mampu mengikuti proses produksi secara mandiri menggunakan peralatan sederhana dan menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk sebagai usahaPeserta mampu mengikuti proses produksi secara mandiri menggunakan peralatan sederhana dan menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk sebagai usaha
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomiHasil menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi
UNIMALUNIMAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh 40% dengan jumlah 9,176 gr, yield paling tinggi sebesar 91,76%, konversi glukosaHasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh 40% dengan jumlah 9,176 gr, yield paling tinggi sebesar 91,76%, konversi glukosa
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Kegagalan panen kakao pada tahun 2020 dan 2021 di Desa Karang Raja, Kabupaten Lampung Selatan, berdampak pada ekonomi petani di desa tersebut. PemanfaatanKegagalan panen kakao pada tahun 2020 dan 2021 di Desa Karang Raja, Kabupaten Lampung Selatan, berdampak pada ekonomi petani di desa tersebut. Pemanfaatan
Useful /
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Jadi bukan hanya pola secara tekstual yang coba Salwa analisis keterkaitannya melainkan Salwa juga melihat bagaimana konteks historis penurunan wahyu danJadi bukan hanya pola secara tekstual yang coba Salwa analisis keterkaitannya melainkan Salwa juga melihat bagaimana konteks historis penurunan wahyu dan
JOMPARNDJOMPARND Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik berkat kolaborasi antar anggota tim, bimbingan dosen, serta dukungan dari PT Pos Indonesia Cabang Gunungsitoli.Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik berkat kolaborasi antar anggota tim, bimbingan dosen, serta dukungan dari PT Pos Indonesia Cabang Gunungsitoli.
JOMPARNDJOMPARND Program ini membentuk kelompok pendampingan berkelanjutan dalam memantau kesehatan ibu hamil sesuai dengan rekomendasi WHO tentang integrasi literasi kesehatanProgram ini membentuk kelompok pendampingan berkelanjutan dalam memantau kesehatan ibu hamil sesuai dengan rekomendasi WHO tentang integrasi literasi kesehatan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Kepmenkes RI Nomor: 942/Menkes/SK/VII/2003 mengatur persyaratan higiene sanitasi makanan jajanan, yang mengharuskan penjamah makanan dan sarana penjajaKepmenkes RI Nomor: 942/Menkes/SK/VII/2003 mengatur persyaratan higiene sanitasi makanan jajanan, yang mengharuskan penjamah makanan dan sarana penjaja